3 KURIR DIBEKUK-Gagal Selundupkan Sabu ke Lapas Lewat Dubur

SEMARANG (MERAPI)- Ahmad (28) bersama dua rekannya, Agung(29) dan Aji (27) gagal mengulang kesuksesan mereka menyelundupkan narkoba lewat dubur ke dalam LP kelas I Kedungpane Semarang. Dalam aksi ketujuh ini, mereka kepergok polisi, Kamis (28/11) hingga harus mendekam di balik jeruji Polrestabes Semarang.
Dari tangan ketiga warga Semarang ini, polisi menyita 35 gram sabu, 300 butir pil ekstasi yang dikemas dalam 3 plastik masing-masing 100 gram dan kondom. Kondom dipakai membungkus sabu yang dimasukkan ke dubur.

Para pelaku dalam aksi penyelundupan ini mempunyai peran dan tugas masing-masing. Agung berperan sebagai otak aksi, Aji menyimpan narkoba, dan Ahmad yang menyelundupkan narkoba lewat dubur.
Kasatres Narkoba Polrestabes Semarang AKBP Yudy Arto Wiyono mengatakan, terungkapnya ulah komplotan penyelundup narkoba ke dalam LP bermula dari informasi masyarakat. “Kami mendapat informasi Senin 25 November lalu akan ada peredaran narkoba di LP,” ungkap Yudi Arto.
Dengan adanya informasi itu, lalu dibentuk tim. Tim terus bergerak di lapangan. Dari kerja keras itu telah membuahkan hasil sesuai informasi dari masyarakat. Tiga anggota komplotan pengedar dan kurir ditangkap.

Mereka Agung, Aji dan Rahmad sedianya akan menyelundupkan sabu lewat dubur diserahkan kepada napi S. Sabu dimasukkan ke dalam dubur dibungkus kondom. “Yang ‘mengesankan’ itu kita juga menemukan kondom,” tegasnya.
Sebelum kedoknya terbongkar, Rahmad yang berperan menyembunyikan narkoba ke dalam dubur, seperti biasa berlagak bezuk S, bandar narkoba penghuni LP. Rahmad ketika masuk lewat pintu gerbang LP lolos dari pengawasan maupun penggeledahan. Sebab, sabu yang dibungkus kondom diselipkan ke dalam dubur tidak terdeteksi.

Setelah berada di ruang tunggu di dalam LP, Rahmad pura-pura ke kamar kecil. Namun, di kamar kecil bukan kencing, tapi ‘berak’ narkoba terbungkus kondom. Hal itulah yang kemudian diketahui petugas sipir penjara. Dia pun dibekuk bersama dua temannya. “Saya melakukan ini sudah enam kali dan rencana yang ketujuh gagal karena ketahuan petugas,” ujar Rahmad.

Tersangka Rahmad juga mengaku mendapat perintah dari S untuk mengambil barang haram itu di suatu tempat kemudian menyelundupkan ke lapas. Katanya, ia setiap melakukan penyelundupan mendapat upah antara Rp 1-Rp 2,5 juta. “Saya dapat Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta,” ucapnya.
Dengan dibekuknya komplotan penyelundup narkoba lewat dubur ke dalam LP telah mendorong penyidik terus mengembangkan kaus sini. “Apalagi, ada dugaan melibatkan napi, sebagai pengendali peredaran narkoba di luar pagar dinding tembok LP. (Sky)

Read previous post:
Buruh Jahit Berdikari Produksi Tas

BERTAHUN-TAHUN bekerja sebagai buruh jahit di Tangerang, Banten, Siti Badriah (50) akhirnya mengantongi keberanian untuk mandiri. Bersama suaminya, Samujiyono (50),

Close