Perpustakaan Mayoga Utamakan Selera Siswa

MERAPI-TEGUH  Siswa melakukan kegiatan di Perpustakaan Mayoga.
MERAPI-TEGUH
Siswa melakukan kegiatan di Perpustakaan Mayoga.

MLATI (MERAPI) – Konsep perpustakaan sekolah saat ini harus dapat memberikan pelayanan yang nyaman dan memenuhi selera bagi pemustaka atau pengujungnya. Demikian diungkap Zainal Fanani Konsultan Madrasah dan Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Yogyakarta, di Sinduadi, Mlati Sleman kepada Merapi saat ditemui di Perpustakaan Mayoga, Rabu (27/11).

Lebih lanjut menurut Zainal, untuk menggiring peserta didik agar rajin membaca di perpustakaan harus dicari strategi yang dapat memberikan suasana nyaman. Diakui pihaknya sangat mengutamakan hal itu dengan menempatkan perpustakaan sebagai wajah terdepan di madrasah itu. Selama ini menurut dia, keberadaan perpustakaan selalu menempati ruang belakang dan banyak yang tidak merasa nyaman ketika berkunjung dan membaca di sana.

“Kita punya konsep yang ini sangat inspiratif bagi pengelolaan perpustakaan di sekolah-sekolah, selain berada di depan juga nuansa dan suasana kita sesuaikan dengan jiwa anak-anak yang ceria, bersemangat serta penuh masa depan. Jadi kita harus tahu apa yang menjadi selera siswa atau santri bukan selera guru yang harus diikuti oleh siswa, zamannya sudah beda,” tutur Zainal.

Tidaklah berlebihan bila kemudian Perpustakaan Mayoga berhasil memboyong banyak prestasi diantaranya Juara I Nasional Lomba Perpustakaan 2007 dan pada tahun 2013 terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Perpustakaan Nasional RI. Bahkan dua tahun berturut turut dua orang pustakawati atas nama Rita Susanti A.Md dan Yuzul Hidayah Yuningsih SIP berhasil menjadi pustakawan terbaik nasional versi Kemenag 2017-2018.

Menurut salah seorang pemngelola Perpustakaan Mayoga Rita Susanti, kunjungan setiap hari rata-rata mencapai 300 pemustaka. Data ini nyaris separuh dari jumlah siswa atau santri yang terdaftar di MAN 3 Yogyakarta tidak kurang 720 santri. Selain berbagai fasilitas yang memberi kenyamanan bagi pemustaka, menurut Rita ruang yang sejuk karena terpasang sejumlah AC serta luas juga dilengkapi ruang khusus referensi. Bahkan dapur perpustakaan yang biasa digunakan untuk penyiapan buku-buku yang bakal ditaruh dalam rak buku perpustakaan, tersedia dan representatif.

“Kita memberi layanan pada pemustaka hingga sore hari, karena banyak pengunjung biasanya selain waktu turun main. Juga ketika pulang sekolah, perpustakaan saat ini menjadi tempat favorit bagi mereka untuk membaca juga menunggu jemputan,” tutur Rita.

Dijelaskan juga Perpustakaan Mayoga memiliki lebih dari 11 ribu judul buku, setiap harinya tidak kurang 150 judul buku dipinjam pemustaka untuk dibawa pulang. Setiap siswa memiliki hak untuk membawa 4 judul buku yang dapat dipinjam untuk dibaca di rumah. Selain itu hampir setiap waktu ada saja kunjungan dari berbagai daerah yang melakukan studi banding, serta belajar banyak dari sistem pelayanan serta pengelolaan perpustakaan di Perpustakaan Mayoga. (C-3)

Read previous post:
MERAPI-ANTARA Gumuk pasir di kawasan Pantai Parangtritis.
Gumuk Pasir Parangtritis Raih Predikat Destinasi Terpopuler

BANTUL (MERAPI) - Objek wisata Gumuk Pasir di kawasan Pantai Parangtritis, mendapat penghargaan sebagai kategori destinasi Olahraga dan Petualangan Terpopuler

Close