DIGUNAKAN UNTUK PENGADILAN AGAMA- Pemkab Sleman Hibahkan Tanah 2.538 Meterpersegi ke MA


Harda Kiswaya (dua dari kanan) menyerahkan sertifikat tanah kepada Ketua Pengadilan Agama Sleman, H Abdul Malik SH MSi disaksikan Sri Purnomo dan Rosfiana.(MERAPI-AWAN TURSENO)
Harda Kiswaya (dua dari kanan) menyerahkan sertifikat tanah kepada Ketua Pengadilan Agama Sleman, H Abdul Malik SH MSi disaksikan Sri Purnomo dan Rosfiana.(MERAPI-AWAN TURSENO)

SLEMAN (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menghibahkan sebidang tanah kepada Mahkamah Agung (MA) RI. Tanah seluas 2.538 meter persegi tersebut saat ini telah berdiri bangunan Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Sleman. Sedangkan MA menyerahkan aset miliknya kepada Pemkab Sleman.

Penandatanganan dan berita acara serah terima antara Pemkab Sleman dengan MA dilakukan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo dengan Kepala Biro Perlengkapan MA, Rosfiana SH MH di Aula lantai 3 Setda Sleman, Rabu (27/11).

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Harda Kiswaya menjelaskan, rencana pemindahtanganan (hibah) tersebut telah dimulai sejak 2002. Namun, tanah yang digunakan untuk Kantor Pengadilan Agama sebagian milik Balai Besar Latihan Ketransmigrasian (BBLK) Yogyakarta. Sehingga harus diselesaikan tukar menukar tanah antara Pemkab Sleman dengan BBLK.

“Karena tukar menukar antara Pemkab Sleman dengan BBLK telah selesai, maka hibah tanah untuk Kantor Pengadilan Agama Sleman dapat diselesaikan. Sekarang, tanah tersebut sudah menjadi hak milik MA RI,” kata Harda.

Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan, setelah proses hibah dilaksanakan, Pengadilan Agama Sleman dapat lebih leluasa melengkapi dan menambah berbagai fasilitas penunjang untuk melayani masyarakat.
Sebagai kabupaten yang berpenduduk paling padat di DIY, berbagai masalah yang berkaitan dengan Pengadilan Agama cukup tinggi. Wilayah yang tidak terlalu luas tersebut banyak dihuni oleh pendatang. Banyaknya kampus yang berdiri di Sleman juga berdampak pada jumlah mahasiswa yang berdomisili di Sleman.

“Sleman tidak terlalu luas tetapi penduduknya padat. Mahasiswa yang ada di Sleman saja sekitar 200 ribu orang. Sehingga semakin dinamis termasuk permasalahan yang berkaitan dengan Pengadilan Agama,” imbuhnya.

Sri Purnomo berharap, kondisi ini dari waktu ke waktu dapat menurun dan teratasi baik permasalahan yang berkaitan dengan Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri maupun kasus hukum lain.

Pada kesempatan tersebut Rosfiana mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah menghibahkan sebidang tanah bagi Pengadilan Agama Sleman. Begitu pula proses pengelolaan aset ini telah sesuai dengan arahan Kementerian Keuangan RI yaitu tertib hukum, tertib fisik dan tertib administrasi.

Sesuai visi dan misi MA, lanjut Rosfiana, seluruh jajarannya harus melakukan pelayanan dengan baik kepada masyarakat. Begitu pula aset-aset di seluruh Indonesia yang dimiliki saat ini sedang dilakukan penataan yang tidak dapat dilakukan secara manual. Jika terdapat aset-aset yang tidak dapat digunakan secara baik, maka akan dihapuskan.
“Kita mempunyai aset yang cukup banyak. Tetapi jika tidak berfungsi secara maksimal akan kita hapuskan,” tegasnya. (Awn)



Read previous post:
DIKIRA MAYAT BAYI-Bangkai Kucing Dibungkus Kain Mori Bikin heboh

DEPOK (MERAPI)- Warga Condongcatur Depok, Sleman, Selasa (26/11) siang, digegerkan bungkusan kain mori dalam tas plastik. Pasalnya di sekitar lokasi

Close