Yusman Berbagi Semangat Raih Cita-cita

MERAPI-TEGUH  Yusman memberikan penjelasan tentang karyanya “Bung Hatta”.
MERAPI-TEGUH
Yusman memberikan penjelasan tentang karyanya “Bung Hatta”.

DEPOK (MERAPI) – Pameran maket patung Yusman bertajuk “Dari Paseman Ke Istana Presiden” digelar selama Sembilan hari (12-21/11) di Museum Affandi Catur Tunggal, Depok, Sleman. Penutupan pameran tunggal Pematung Enam Presiden ini, sengaja tidak ada seremonial khusus sebagai mana pada saat pembukaan. Menurut Yusman, pameran kali ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan hidupnya karena bersamaan dengan peluncuran buku yang mengisahkan perjuangannya menjadi seorang pematung.

“Penutupan pameran tidak ada acara khusus, hanya saja ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya pameran ini,” ucap Yusman ketika ditemui Merapi di Studio Yusman Tegal Senggotan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Kamis (21/11).

Lebih lanjut menurut dia, selama pameran dibuka hampir setiap hari dipadati oleh pengunjung dari berbagai kalangan. Selain para seniman, pejabat serta mahasiswa dan masyarakat umum. Menurut Yusman juga ada sejumlah pengunjung yang datang dari negeri jiran Malaysia. Hal ini menurutnya merupakan kebahagiaan tersendiri, karena karya-karyanya mendapat perhatian dari banyak kalangan baik dalam dan luar negeri.

Selain itu sejumlah tokoh seperti Rano Karno mantan Gubernur Banten, juga berkesempatan hadir turut menyaksikan pameran yang menghadirkan sejumlah karya maket monument dan karya pribadi. Kehadiran Si Doel begitu sapaan intimnya, menurut Yusman memberikan spirit tersendiri. Karena nyaris perjalanan hidup Yusman semasa kecil mirip dengan kisah Si Doel Anak Betawi itu.

“Kehadiran Rano Karno, jelas memberikan semangat tersendiri dalam pameran dan peluncuran buku saya bertajuk Dari Pasaman ke Istana Presiden,” tutur suami Murtri Yuni Arnawati.

Dalam pandangan ayah dari 4 anak, Rizky Nanda, Santara Deva Yusman, Wayhu Intan Purnama Tri Ambarwati dan Salma Reno Bunsu Yusman ini, pameran dan peluncuran buku merupakan upaya untuk berbagi semangat dan memberikan edukasi kepada generasi muda bagaimana semangat pantang menyerah harus dimiliki untuk mencapai sesuatu yang dicitakan.

“Ini bagian dari upaya berbagi dalam memberikan edukasi serta belajar bersama agar generasi muda memiliki semangat pantang menyerah untuk gigih memperjuangkan cita-cita meski dalam keterbatasan. Itu garis besar dari buku saya Dari Pasaman ke Istana Presiden,” pungkas Yusman. (C-3)

Read previous post:
SRI PURNOMO RESMIKAN PERPUSTAKAAN DESA CONDONGCATUR: Gerakan Membaca Dimulai dari Keluarga

DEPOK (MERAPI) - Dalam rangka meningkatkan minat baca kepada masyarakat, Pemerintah Desa Condongcatur membangun perpustakaan desa. Fasilitas membaca dengan nama

Close