Mabuk Sambil Bunyikan Knalpot Bising, ABG Juga Pasang Plat Nomor ‘Nyeleneh’

Sepeda motor berknalpot bising juga terpasang knalpot nyeleneh. (Foto: Abdul Alim)
Sepeda motor berknalpot bising juga terpasang knalpot nyeleneh. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Satlantas Polres Karanganyar menahan 100 lebih unit sepeda motor berknalpot bising dalam operasi lalu lintas yang diintensifkan di wilayah perkotaan dan perbatasan. Sebagian diantaranya tak dilengkapi surat berkendara dan terpasang plat nomor ‘nyeleneh’.

“Pengendaranga memasang knalpot ‘wor’ yang membuat bising. Kami sengaja mengamankan sepeda motor seperti itu. Kebanyakan pengendaranga ABG. Selain itu, mereka tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat-surat seperti SIM dan STNK. Disanksi tilang,” kata Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Faris Budiman di Mapolres Karanganyar, Rabu (20/11).

Dari 100 lebih unit yang ditahan, 32 diantaranya hasil operasi oleh Satlantas di wilayah perkotaan sedangkan sisanya diamankan oleh aparat polsek di sejumlah kecamatan. Para pelanggar kedapatan kebut-kebutan dengan tak memakai helm. Dalam gelar barang bukti kasus tilang di Mapolres pada Selasa (19/11) lalu, sepeda motor tersebut diperiksa langsung Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi. Selain mendapati knalpot tidak standar, juga tanpa plat nomor. Bahkan sebagian sepeda motor memasang plat nyeleneh bertuliskan Aku Jomblo, Terima Kost Putri dan ABG 54PI. Pengembangan kasusnya mengarah ke penyakit masyarakat. Para pelanggar lalu lintas itu membawa minuman keras bermerek dan ciu.

Lebih lanjut AKP Faris mengatakan, 32 unit sepeda motor yang ditahan saat perayaan HUT ke-102 Karanganyar pada Senin (18/11) malam.

“Mereka habis nongkrong. Lalu membunyikan keras knalpotnya sambil berkeliling. Ada di seputaran Masjid Agung dan Jumantono,” katanya.

Para pelanggar dipersilakan mengambil sepeda motornya setelah membayar denda tilang dan mengembalikannya sesuai spesifikasi kendaraan bermotor pabrikan. Dikatakannya, ada pelanggar yang pernah ditilang dengan kesalahan serupa. Terhadap pelanggar ini, Satlantas sengaja menahan barang bukti lebih lama.

“Standarnya, dikandangkan di mapolres dua sampai tiga pekan. Namun kalau sudah keterlaluan karena berulang kali tak kapok, kita kandangkan sampai sebulan. Biar jera,” katanya. (Lim)

Read previous post:
Didi Kempot ‘Hipnotis’ Sobat Ambyar di Karanganyar

DUET Didi Kempot dan tukang kendangnya, Dori Hasna membuat para penikmat campursari milenial berjoget 'ambyar' di alun-alun Kabupaten Karanganyar, Selasa

Close