13 Remaja Nongkrong Bawa 5 Bilah Pedang

DANUREJAN (MERAPI)- Diduga hendak melakukan aksi klitih, 13 orang remaja, sebagian besar berstatus pelajar digulung petugas Polresta Yogyakarta saat nongkrong di eks Bioskop Mataram, Danurejan, Yogya, Minggu (17/11) dinihari. Dari tangan mereka, polisi menemukan senjata berupa 5 bilah pedang. Kepada polisi, mereka mengaku membawa senjata untuk jaga-jaga.
Pelaku beserta barang bukti kemudian digelandang ke Mapolresta Yogyakarta guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dilakukan pembinaan, mereka dikembalikan pada orangtuanya.
KBO Sat Sabhara Polresta Yogya, Ipda Sugiyanto saat dikonfirmasi kemarin membenarkan peristiwa tersebut. Pelaku yang diamankan yakni KE (16) pelajar, AE (16) pelajar, AW (16) pelajar, GW (18) dan AY (19) keduanya pemuda pengangguran, MA (16) dan RP (16) keduanya pelajar, AA (18), SW (19) dan RN (15) ketiganya remaja pengangguran serta FF, MH (17) dan RM (15) ketiganya pelajar.

“Dua orang berinisial KE dan AE masih menjalani pemeriksaan oleh Reskrim Polresta Yogya karena kedapatan membawa senjata tajam. Sedangkan lainnya dikembalikan pada orangtua masing-masing untuk dibina,” katanya.
Menurut Sugiyanto, peristiwa tersebut bermula saat anggota Sabhara Polresta Yogyakarta melakukan patroli di wilayah hukum Polresta Yogya pada Minggu dinihari. Saat melintas di Jalan Letkol Subadri Danurejan Yogya, polisi melihat gerombolan pelaku sedang asik nongkrong.
Polisi curiga mereka gerombolan cah klitih. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap belasan pemuda tersebut. Dan benar saja. Dari tangan mereka, petugas menemukan lima bilah pedang sepanjang 50 centimeter.

“Diduga para pelajar ini hendak melakukan klitih, makanya kita langsung amankan guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan,” tandasnya.
Menurut keterangan, kepada polisi mereka mengaku membawa senjata tajam untuk berjaga-jaga saja, dan bukan untuk melakukan aksi klitih. Namun, jelas Sugiyanto, hal itu tetap melanggar hukum lantaran mereka membawa senjata tajam. Dikatakan, meski para pelaku masih berstatus anak-anak, tapi hukum tetap berlanjut namun sesuai dengan perundang-undangan anak.
“Alasan mereka membawa sajam untuk jaga-jaga. Apapun alasannya tetap tidak dibenarkan karena bisa membahayakan orang lain,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
MERAPI-WULAN YANUARWATI Ribuan penonton padati festival Ngayogjazz 2019.
Ngayogjazz 2019 Sukses Digelar, Djaduk Ferianto Hadir di Messiom Ngayogjazz

NGAYOGJAZZ 2019 sukses dilaksanakan. Ribuan orang padati area pagelaran, Sabtu, (17/11) di Desa Kwagon, Godean, Sleman. Menko Polhukam Republik Indonesia,

Close