AUDIENSI KE KADIN DIY- DPP Aspeg Indonesia Jajaki Kerja Sama Hukum


Pengurus DPP Aspeg Indonesia foto bersama pengurus Kadin DIY. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Pengurus DPP Aspeg Indonesia foto bersama pengurus Kadin DIY. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

YOGYA (MERAPI) – Dewan Pengurus Pusat Advokat Spesialis Pengadaan Indonesia (DPP Aspeg Indonesia) melakukan audiensi ke Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Kantor Kadin DIY Jalan Sultan Agung Yogya, Jumat (15/11).

Kehadiran rombongan Aspeg Indonesia yang dipimpin Ketua Umum DPP Aspeg Indonesia Bedi Setiawan Al Fahmi SH MKn diterima langsung Wakil Ketua Umum Kadin DIY Mirwan Syamsudin Syukur. Audiensi Aspeg ke Kadin DIY dalam rangka silaturrahmi dan memperkenalkan diri sekaligus menjalin kemitraan.

“Ada dua poin dalam audiensi kali ini yakni Aspeg akan melakukan kegiatan bersama dengan Kadin. Selain itu dalam waktu dekat akan melakukan kajian atas pertemuan tersebut termasuk tawaran menjadi anggota Kadin,” ujar Bedi kepada wartawan usai melakukan audiensi.

Untuk itu ke depan Aspeg Indonesia siap menjalin kerja sama atau kemitraan untuk mendampingi anggota Kadin yang tersangkut masalah hukum khususnya terkait dengan Pengadaan Barang dan Jasa. Sehingga akan segera dilakukan pembahasan guna mewujudkan kerja sama apa yang bisa dilakukan dalam waktu dekat.

“Sebagai advokat spesialis pengadaan barang dan Jasa kami siap mendampingi pengusaha-pengusaha anggota Kadin terkait pengadaan agar tidak melanggar hukum. Sampai saat ini antara Aspeg dan Kadin sudah memiliki perspektif yang sama tinggal nanti bagaimana mewujudkannya.

Sementara Wakil Ketua Umum Kadin DIY, Mirwan Syamsudin Syukur mengatakan, pihaknya sepakat bekerja sama untuk membantu dan memperlancar para pengusaha, terutama pendampingan dalam aspek hukum. Selama ini anggota Kadin sebagai pengusaha memiliki problem bermacam-macam.

“Sering kita tangani dengan cara bermusyawarah tetapi kalau itu menyangkut soal keuangan negara tidak bisa. Tetapi kalau hanya masalah kerja sama dan muncul masalah ditengah jalan bisa kita selesaikan secara musyawarah,” ucap Mirwan.

Selama ini, dunia usaha di DIY memilih kendala di sektor permodalan, manajemen dan pemasaran. Seperti suatu pekerjaan ditangani bersama tetapi ditengah jalan putus hubungan.

“Yang tidak ada masalah hukum akan timbul masalah hukum. Untuk itu setelah adanya pertemuan ini diharapkan akan dilakukan MoU secepatnya,” tegasnya. (C-5)


Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Prajurit Kodim Sleman bersama komponen masyarakat melaksanakan penanaman pohon
PEMBINAAN TERITORIAL TERPADU Kodim Sleman Tanam 2500 Pohon di Turgo

KODIM 0732/Sleman dalam mengemban tugas pokoknya sebagai satuan komando kewilayahan melaksanakan pembinaan teritorial sebagai aplikasi tugas pokok satuan. Salah satu

Close