Peras Pasangan Selingkuh, Wartawan Gadungan Diadili

BANTUL (MERAPI)- Dua wartawan gadungan dari Bekasi Jawa Barat, TS (50) dan MS (46) serta DVP (30) seorang anggota LSM warga Bantul diajukan ke muka persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (13/11). Ketiganya didakwa telah melakukan pemerasan total mencapai Rp 15 juta dengan modus mengancam menyebarkan foto perselingkuhan.
Dalam persidangan dipimpin majelis hakim Laily Fitria Titin Anugerahwati SH MH terungkap, awalnya pada Selasa 20 Agustus 2019 sekira pukul 14.30 ketiga terdakwa lewat di depan Hotel di sekitar Seturan, Depok, Sleman dengan mengendarai 1 unit mobil Daihatsu Xenia.
Saat ini para terdakwa melihat saksi korban SJ dan teman wanitanya DR keluar dari Hotel Seturan dengan mengendarai mobil. Selanjutnya ketiga terdakwa mengikuti mobil tersebut sambil mengambil foto mobil yang menuju ke Rumah Makan Pondok Cabe yang terletak di Jalan Kaliurang Yogyakarta.

Kemudian keduanya menuju Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta dan saksi korban SJ turun dari mobil untuk mengambil mobilnya yang diparkir di tempat itu. Saat itu juga langsung diambil fotonya dan DR pergi meninggalkan saksi korban.
Selanjutnya ketiga terdakwa mengikuti mobil yang dikendarai saksi korban sampai di rumahnya. Sesampainya di rumah korban, kedua pelaku turun dari mobil dan menuju ke mobil yang dikendarai saksi korban untuk melakukan konfirmasi saksi korban yang telah jalan berdua dengan istri orang sambil menunjukkan foto-foto.
Setelah itu saksi korban memohon kepada para terdakwa agar foto tersebut tidak disebarluaskan. Saksi korban pun akhirnya menyetujui membayar sejumlah uang agar fotonya tak disebarluaskan. Kepada pelaku, dia meminta agar membayar separuhnya dan mengajak keluar rumah lalu membayar Rp 5 juta dan selanjutnya akan ditransfer Rp 10 juta.

Sehari setelahnya, para terdakwa datang ke rumah saksi korban untuk meminta kekurangan pembayaran. Tetapi saat itu saksi korban tak ada di rumah. Tanpa sepengetahuan pelaku, korban lapor polisi.
Dan ketika ketiga terdakwa pergi makan di rumah makan Padang Jalan Bantul, akhirnya berhasil ditangkap petugas kepolisian.
Akibat perbuatan para terdakwa, saksi korban menderita kerugian mencapai Rp 15 juta. Perbuatan para terdakwa dijeratkan pidana dalam asal 368 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (C-5)

Read previous post:
Pasca Bom Medan, Polda DIY Siaga Penuh

DEPOK (MERAPI)- Pasca ledakan bom di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11), Polda DIY bersiaga penuh dengan meningkatkan keamanan mulai dari

Close