WARGA DEMO BESAR-BESARAN DI BALAI DESA-Diduga Hamili Janda, Pak Dukuh Dituntut Mundur

KRETEK (MERAPI)- Warga Dusun Gaten, Tirtomulyo, Kretek, Bantul menggelar unjuk rasa besar-besaran di halaman balai desa setempat, Selasa (12/11). Dalam aksi tersebut, massa menuntut agar kepala dukuhnya berinisial Sp meletakan jabatannya lantaran diduga berbuat asusila dengan seorang janda.
Dari isu yang berhembus, Sp diduga sudah melakukan perselingkuhan dengan seorang janda berinisial Sy hingga hamil.
Demonstrasi dilakukan massa dari beberapa RT di Dusun Gaten. Mereka membawa spanduk beragam tulisan, di antaranya “Warga Dusun Gaten tidak mau dipimpin orang yang berbuat asusila”, “Berawal dari moral bejat hidup melarat”, “Melarat kepercayaan”, “Asusila = moral rusak = mundur” dan sebagainya.

Koordinator demontrasi, Wahyu Setyawan mengatakan jika kondisi kampung selama ini dilewati dengan baik bersama dukuh Sp. Namun ada beberapa kejadian yang terbongkar dan sudah mencoreng nama baik dusun. “Apakah pemimpin asusila patut jadi pemimpin, Apakah pimpin yang ingkar janji patut jadi pemimpin,” ujarnya.
Wahyu mengatakan, jika pemimpin harus bisa memberikan contoh bagi warga. Sementara Nana seorang warga lain mengatakan, jika perbuatan dukuh telah mencoreng nama warga. “Perbuatannya sudah tidak dapat dimaafkan begitu saja. Gaten yang adem ayem, menjadi tidak nyaman karena ada masalah ini,” ujarnya. Demo penyampaian aspirasi Dusun Gaten kemudian dilanjutkan di Aula Balai Desa Tirtomulyo Kretek Bantul.

Tokoh masyarakat Dusun Gaten Sukirmanto menyampaikan aspirasi dari Masyarakat Dusun Gaten. “Sebagai bahan pertimbangan, bapak lurah agar memberhentikan dengan tidak hormat/memecat Dukuh Gaten,” jelasnya.
Lurah Lurah Desa Tirtomulyo, Drs Sujadi yang menerima warga mengatakan, atas nama pemerintah Desa Tirtomulyo, pihaknya menampung aspirasi dari masyarakat Gaten. Namun pemdes tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan.

ebab hal itu perlu proses sesuai prosedur yang ada terkait dengan pelanggaran yang dilakukan oleh Dukuh Gaten. “Kami mohon kepada warga agar sabar menunggu keputusan yang kami ambil nanti karena harus sesuai dengan regulasi,” ujarnya. (Roy)

Read previous post:
PENGOSONGAN LAHAN RICUH-Mahasiswa dan Aktivis Halangi Eksekusi

GONDOMANAN (MERAPI)-Eksekusi pengosongan bangunan kios Pedagang Kaki Lima (PKL) Gondomanan di Jalan Brigjen Katamso No 12 Gondomanan Yogya, Selasa (12/11)

Close