Sejumlah Pemain PSIM Tunggu Gaji Terakhir

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Keberadaan investor di tubuh PSIM Yogya ternyata tidak sepenuhnya membuat penyelesaian masalah gaji tuntas. Ketika skuad Laskar Mataram tak lagi menjalani pertandingan, sejumlah pemain ternyata masih belum mendapatkan haknya di akhir bulan.

Sejumlah pemain yang mayoritas merupakan rekrutan pelatih Aji Santosa di putaran kedua, mempertanyakan pembayaran gaji di bulan terakhir. Hal tersebut diungkapkan melalui unggahan pada media sosial pribadi mereka dengan menyebut akun resmi PSIM.

Sejumlah pemain PSIM yang mempertanyakan gaji yakni Junius Bate, Nugroho Fatchur Rochman, Syaiful Indra Cahya serta Ahmad Mahrus Bahtiar. Menanggapi unggahan terkait keluhan pembayaran gaji tersebut, Junius mengakui jika dirinya bersama beberapa rekan memang menunggu pembayaran gaji bulan Oktober dan November.

“Kontrak kami kan rata-rata sampai Desember tapi gaji untuk bulan Oktober belum dibayarkan. Saya coba menghubungi manajemen tapi belum ada tindak lanjut,” tutur Junius Bate, Sabtu (9/11) lalu.

Sedangkan Ahmad Mahrus Bahtiar juga menyampaikan hal senada. Hanya saja, mantan bek PSIS Semarang itu mengaku bahwa terdapat perbedaan dalam hal pembayaran gaji bagi pemain-pemain yang ada di PSIM. “Kita ini kan sama-sama pemain di PSIM tapi kok ada pemain yang sudah dibayarkan untuk gaji bulan Oktober, sedangkan pemain lain seperti saya belum dibayarkan gaji bulan Oktober,” keluhnya.

Ketika meminta tanggapan manajemen melalui David MP Hutauruk, Bahtiar menyebut bahwa dirinya ditawari untuk pembayaran gaji tapi tak sesuai dengan kontrak. “Kontraknya kan sampai Desember tapi dari manajemen malah menawarkan gaji akan dibayarkan Oktober dan November. Bulan November pun hanya diberikan separuh,” bebernya.

Sementara itu, CEO PT PSIM, Bambang Susanto mengatakan bahwa dirinya memang tidak melakukan pembicaraan langsung dengan pemain terkait pembayaran gaji. Sehingga dirinya akan melakukan koordinasi lebih dulu dengan jajaran manajemen yang mengurusi hal tersebut.

“Pada prinsipnya sebenarnya bukan masalah kesulitan finansial ya. Kalau masalah finansial, tentu semua pemain akan mengalami ini. Ini kan hanya beberapa pemain saja yang belum dibayarkan gajinya. Semua pemain lama sudah menerima gaji di bulan Oktober. Memang untuk pemain yang baru bergabung di putaran kedua, saya ingin ada pembicaraan lagi. Kami ingin ada jalan tengah untuk masalah ini agar bisa selesai,” ungkapnya, Minggu (10/11).

Adanya perbedaan terkait pemain lama dan pemain baru di sebuah tim memang bukan hal baru. Namun di PSIM hal tersebut menjadikan perhatian tersendiri karena sejak beberapa tahun terakhir, tim ini dikenal dengan suasana kebersamaannya. Ketika ada pemain yang belum menerima gaji, tentu pemain lain juga mengeluhkan hal serupa. Namun untuk kasus saat ini, hanya pemain-pemain yang bergabung di putaran kedua yang mengeluhkan soal pembayaran gaji.

Keberadaan pemain baru di putaran kedua, memang menjadi perhatian karena kiprah PSIM di putaran kedua sendiri jauh dari harapan. Sempat memiliki harapan tinggi ketika di akhir putaran pertama dengan menduduki peringkat kedua, PSIM malah tak memiliki taring saat menjalani pertandingan putaran kedua. Bahkan saat laga kandang, PSIM sempat menderita kekalahan. Tentu keberadaan pemain baru di putaran kedua, memiliki pengaruh besar terhadap penampilan PSIM. (Oro)

Read previous post:
Bima Perkasa Cari Banyak Opsi Pemain Asing

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - Indonesia Basketball League (IBL) bakal menggelar draft pemain asing, Selasa (12/11). Jumlah pemain asing dalam draft

Close