UII Buka Prodi Rekayasa Tekstil

MERAPI – ISTIMEWA  Penyerahan SK Menristekdikti Nomor B/2892/a4/HK.01.01/2019.
MERAPI – ISTIMEWA
Penyerahan SK Menristekdikti Nomor B/2892/a4/HK.01.01/2019.

SLEMAN (MERAPI) – Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta secara resmi membuka pendidikan Program Studi (Prodi) Rekayasa Tekstil jenjang Srata Satu (S1). Pembukaan prodi ditandai dengan penyerahan SK Menristekdikti Nomor B/2892/a4.1/HK.01.01/2019, Rabu (6/11) pagi, di kampus setempat.
Menurut Ketua Program Studi Rekayasa Tekstil UII, Suharno Rusdi, kurikulum Program Studi Rekayasa Tekstil UII dirancang dengan mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti).

Kurikulum juga disesuaikan dengan standar Kurikulum ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology America) dengan format pemikiran modern untuk menjawab tuntutan pasar kerja di era revolusi industri 4.0.

“Kurikulum ini mengajarkan kepada mahasiswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah yang kompleks, kecerdasan emosional, penilaian fleksibilitas kognitif dan pengambilan keputusan, orientasi layanan dan negosiasi,” imbuhnya.

Prodi tersebut berkomitmen untuk mempersiapkan proses belajar mengajar agar dapat menciptakan sarjana yang mampu bersaing dalam era persaingan secara global. Mahasiswa tidak hanya belajar dalam lingkup kelas atau laboratorium saja, namun juga diajak untuk belajar di luar kampus melalui fieldtrip, pertukaran pelajar ke luar negeri, maupun dalam bentuk internship di sektor industri yang terkait.

“Kurikulum Program Rekayasa Tekstil UII dirancang dengan postur fleksibel mengikuti model Sandwich Program yakni masa tempuh studi empat hingga tujuh tahun yang memungkinkan mahasiswa mengambil cuti kuliah untuk bekerja di akhir tahun ke dua maupun di akhir tahun ke tiga,” katanya.

“Kemudian melanjutkan lagi hingga masa studi maksimal tujuh tahun sesuai dengan SK Menristekdikti Nomor 44 tahun 2015,” lanjutnya.

Untuk mendukung model kurikulum ini, prodi tersebut bekerjasama dengan para pemangku kepentingan yakni para pengusaha tekstil yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Serat Sintetik Indonesia (APSIFY) dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

Dengan format kurikulum seperti itu, kata Suharno, mahasiswa setelah menyelesaikan studi Sarjana Program Studi Rekayasa Tekstil UII dapat berkiprah di berbagai arena kehidupan dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan dirinya dan bangsa Indonesia. Kurikulum prodi ini akan dikemas dengan filosofi Green Process dn Zerro Waste Process.

Ia menambahkan, menurut catatan pusat data program studi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, pendidikan Program Studi Rekayasa Tekstil Strata 1 yang diselenggarakan di UII merupakan satu-satunya dan yang pertama dibuka di Indonesia. (C-2)

Read previous post:
STIKES MADANI WISUDA 107 MAHASISWA-64,5 Persen Lulusan Berpredikat Cumlaude

BANGUNTAPAN (MERAPI)- Sebanyak 107 mahasiswa yang terdiri dari 4 program studi di STIKes Madani Yogyakarta diwisuda hari ini, Kamis (7/11)

Close