PSS JAMU BALI UNITED SORE INI – Duel Taktik Pelatih Muda

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – PSS Sleman dan Bali United sama-sama tidak bisa tampil dengan kekuatan terbaik saat bertarung dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Rabu (6/11) sore ini. Banyak pemain kunci kedua tim yang harus menonton pertandingan dari pinggir lapangan.

Di kubu tuan rumah, gelandang pengatur serangan Brian Fereirra, Alfonso de La Cruz, Sidik Saimima, dan Irkham Milla absen. Brian dan Alfonso mengalami cedera panjang sedangkan Sidik dan Milla masih bersama Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-21. Tim tamu juga pincang karena tanpa bek Wiliiam Pacheco, Andhika Wijaya, dan Haudi Abdillah. Lalu Skuad besutan Stefano Cugurra Teco dipastikan tanpa Irfan Bachdim, Ilija Spasojevic, dan Brwa Nouri.

Tanpa para pemain bintang sore nanti, duel kedua tim masih menarik disaksikan lantaran jadi ujian bagi dua pelatih tim yang masih berusia cukup muda. Teco dan Seto Nurdiyantoro sama-sama masih berusia 45 tahun, terhitung muda untuk ukuran pelatih. Kedua pelatih bakal sama-sama meramu taktik untuk menggantikan pemain yang absen sekaligus mendobrak pertahanan lawan sejak menit awal.

Seto mengatakan Teco sedikit lebih beruntung di komposisi pemain. “Kalau saya cermati pemain cadangan mereka sedikit di atas kami dan itu keuntungan bagi mereka. Tapi kami tidak akan hilang fokus sedikitpun,” terang Seto, Selasa (5/11).

Kedua pelatih punya gaya berbeda dalam menangani tim. Seto mengusung sepakbola menyerang yang dia aplikasikan dalam formasi 4-3-3. Pusat serangan dibebankan pada tiga gelandang. Tugas ini dilakukan dengan baik oleh Brian Fereirra dan Dave Mustaine. Namun formasi Seto punya lubang besar saat transisi menyerang ke bertahan. Guilherme Batata memang cukup tangguh menjadi perisai lini pertahanan karena punya determinasi tinggi.
Namun lini tengah PSS kerap kewalahan menghadapi para gelandang yang punya kecepatan sekaligus tak takut bertarung fisik. Absennya Brian cukup mengurangi daya gedor karena belum ada pemain lain yang punya akurasi passing dan tendangan jarak jauh seakurat gelandang asal Argentina itu.

Dalam latihan persiapan menghadapi Bali United, Senin (4/11) hingga Selasa (5/11) kemarin Seto tampak menyadari betul hal itu. Ia menyiapkan Ocvian Chanigio, Ricky Kambuaya, dan Dave Mustaine menggantikan peran Brian. Ketiganya melakukan latihan terpisah dengan materi tendangan jarak jauh oleh Seto. Dari tiga pemain itu baru Dave Mustaine yang punya tendangan terukur ke gawang lawan. Pemain lain yang tengah disiapkan untuk merotasi para pemain adalah Derry Rachman yang posisinya mulai digeser Jajang Sukmara, Arsyad Yusgiantoro, Kusheda Hari Yudo, bahkan Antoni Putro Nugroho.

“Tiga gelandang memang saya siapkan termasuk pemain muda untuk pertandingan besok. Kami coba segala kemungkinan untuk menembus pertahanan mereka. Selain pola serangan, koordinasi pertahanan kami harus kuat. Lawan pemuncak klasemen enggak main-main, kami coba ambil poin semuanya,” terang Seto.

Sedangkan Teco lebih memilih keseimbangan permainan dengan formasi 4-2-3-1. Ia pernah mencoba keluar dari pakem namun hasilnya cukup mengecewakan karena dihajar Borneo FC enam gol tanpa balas. Untuk memenuhi formasi ini lawan PSS ia membawa Paulo Sergio yang masih belum fit. Fadil Sausu bakal mendapat rekan baru di posisi dua gelandang bertahan. Teco menyiapkan Taufik dan Ahmad Agung menemani Fadil yang bertugas menjadi perisai. Stefano Lilipaly yang kerap menjadi penghangat bangku cadangan tampaknya bakal main sejak awal dengan Melvin Platje sebagai striker tunggal. “Saya enggak bisa bicara banyak tentang pertandingan atau taktik, pastinya kami bawa skuad terbaik ke Sleman ini dan antisipiasi pemain sayap mereka,” tegas Teco.

Hal menarik lainnya adalah catatan statistik laga tandang dan kandang kedua tim. Tuan rumah baru menang dua kali dari tujuh pertandingan yang digelar di depan pendukung sendiri yaitu lawan PSM 3-2 dan 1-0 atas Kalteng Putra. Selebihnya PSS meraih empat kali seri dan sekali kalah. Tim tamu sebaliknya, dari tujuh pertandingan tandang, Bali United mencetak empat kali kemenangan, dua kali seri dan sekali kalah. Perbandingan rekor ini membuat Seto minta pemain agar tidak terbebani melawan Bali United di kandang sendiri. “Meski berat kami ingin pemain enjoy besok (hari ini),” sambungnya. (Des)

Read previous post:
Kawasan Kumuh di Karanganyar Bersisa 36 Hektare

KARANGANYAR (MERAPI) - Wilayah kumuh di Kabupaten Karanganyar tersisa 36 hektare, dari total 100,16 hektare yang tersebar di wilayah perkotaan.

Close