GASAK LAPTOP DAN HP SAUDARA SENDIRI-Pelaku: Bukan Nyuri Tapi Pinjam

DEPOK (MERAPI)- Seorang pemuda pengangguran, BP (23) warga Tegalrejo, Yogya nekat mencuri beberapa barang berharga milik saudaranya, Priga Maghda Alfarezi (27) pengusaha pisang keju di Dusun Krodan, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Usai dibekuk, pelaku membantah dan berdalih hanya meminjam laptpo dan HP korban. Padahal, barang seharga Rp 7 juta itu sudah dijual pelaku.
Tersangka BP mengajak temannya untuk beraksi, yakni RI (24) warga Baturetno, Bantul. Keduanya sudah ditahan di Mapolsek Depok Timur, Selasa (5/11). Kapolsek Depok Timur Kompol Paridal saat dikonfirmasi kemarin membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap dua pelaku pencurian tersebut.

“Keduanya ditangkap belum lama ini di dua wilayah berbeda. Keduanya ditangkap lantaran ketahuan mencuri dua handphone dan laptop milik saudaranya sendiri,” beber Paridal.
Dijelaskan, pencurian itu bermula saat kedua pelaku datang ke lokasi kejadian tepatnya warung pisang keju Dusun Krodan, Maguwoharjo, Sleman, dengan menggunakan sepeda motor. Setelah memastikan situasi aman, pelaku langsung masuk ke warung dan mengambil barang-barang berharga seperti pisau, dua handphone, laptop dan uang. Akibat kejadian itu korban Priga Maghda Alfarezi mengalami kerugian Rp 7,7 juta.
Setelah berhasil mengambil barang yang diinginkan, pelaku lantas meninggalkan lokasi kejadian. Aksi pencurian itu diketahui saat korban kembali, melihat pintu warung terbuka. Setelah dicek, barang di dalamnya raib.

Aksi pencurian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Depok Timur. Setelah mendapatkan laporan itu, Tim Progo Sakti Polda DIY dan Reskrim Polsek Depok Timur langsung bergerak dengan melakukan penyelidikan berbekal keterangan korban.
Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku pencurian yang tak lain BP, saudara korban. Petugas pun segera menangkap kedua pelaku di daerah Babarsari.
“Hasil pencurian sudah dijual dan dibagi rata untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Kepada polisi, BP membantah melakukan pencurian tersebut. Menurutnya ia hanya pinjam barang-barang tersebut pada saudaranya, kendati demikian petugas tidak begitu saja percaya dengan pengakuan pelaku.
“Saya masuk ke toko karena tahu warung tidak dikunci, itu milik saudara saya. Saat saya ngambil juga diketahui pemiliknya, tapi barang itu saya jual, uang untuk simpanan,” katanya.
Akibat perbuatannya itu pelaku harus mendekam di sel tahanan Polsek Depok Timur. Pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara. (Shn)

Read previous post:
Seven A Plus Juara ‘Jogja Fashion Carnival 2019’

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Komunitas Karnaval ‘Seven A Plus’ menjadi juara umum lomba karnaval ‘Jogja Fashion Carnival 2019’ yang berlangsung

Close