SEKOLAH RAWAN DIMASUKI PAHAM RADIKAL- Pelajar Ikrar Tolak Radikalisme


Ikrar tolak radikalisme dan pembentukan pelajar pelopor kamtibmas. (MERAPI-SAMENTO SIHONO)
Ikrar tolak radikalisme dan pembentukan pelajar pelopor kamtibmas. (MERAPI-SAMENTO SIHONO)

DEPOK (MERAPI)- Maraknya intoleransi, radikalisme, terorisme dan penyalahgunan digital menjadi ancaman. Salah satu gerbang utama yang bisa dirasuki paham-paham radikal adalah sekolah dan lembaga pendidikan. Untuk mengantisipasi hal itu, Ditbinmas Polda DIY masuk ke sekolah dan kampus untuk memberikan penyuluhan pencegahan radikalisme kepada pelajar dan mahasiswa di Yogya. Sehingga dibentuk ‘Pelajar Pelopor Kamtibmas’.

“Ini masih dalam rangka hari sumpah pemuda ke-91, sehingga kita bentuk ‘Pelajar Pelopor Kamtibmas,” ujar Dirbinmas Polda DIY Kombes Pol Rudi Heru Susanto, di Kampus Amikom Yogyakarta, Selasa (5/10). Hadir dalam acara tersebut Kakanwil Kemeneg DIY, Citivitas Amikom, Kepala Balai Dikmen Kabupaten/Kota Se-DIY, PJU Ditbinmas Polda DIY, Para pelajar SMA/SMK/MA, dan Anggota Saka Banyangkara.

Menurutnya, kunjungan ke sekolah dan kampus ini untuk menangkal radikalisme di kalangan pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta. Bagaimana tidak, para pelajar dan mahasiswa sangat rentan dimasuki paham radikalisme tersebut.

“Kami nantinya akan melakukan sharing informasi dengan pelajar dan mahasiswa tentang paham radikalisme. Agar pelajar dapat terarah ke hal positif,” katanya.
Dijelaskan Rudi, Konsep yang akan diterapkan yakni pembinaan karakter sejak dini, di tingkat PAUD polisi bukan sosok yang menakutkan. Sehingga Polda DIY menjadikan destinasi wisata, dimana pelajar ini bisa melihat di area Polda DIY.

“Mereka bisa berkeliling area Polda sambil melihat motor, truk dalmas. Kemudian di tingkat SD juga ada polisi cilik, kemudian di atasnya ada Pramuka dan PKS. Di tinggat mahasiswa ada satuan mahasiswa Bhayangkara,” katanya.

Selain itu pihaknya juga memberikan edukasi pemahaman tentang literasi digital, pasalnya di era globalisasi banyak tantangan banyak nilai positif dan negatif. Sehingga mereka tidak menjadi pelaku kejahatan ITE dan menjadi korban. (Shn)


Read previous post:
Palsukan Tanda Tangan, Raup Rp 48 Juta

SLEMAN (MERAPI)- Seorang ibu rumah tanggal berinisial YT (38) waga Trihanggo, Gamping, Sleman, harus berurusan dengan pihak kepolisian. YT ditangkap

Close