RENCANAKAN BUNUH JURAGAN TEMBAKAU-Oknum Polisi Divonis 20 Tahun Penjara

TEMANGGUNG (MERAPI)- Brigadir Permadi DW dan pacarnya, Nurtafia divonis 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Temanggung yang diketuai Agung Ariwibowo SH, Senin (4/11). Korban dihabisi karena sebagai penghalang hubungan Permadi dan Nurtafia, yang hendak menikah.
Agung Ariwibowo SH, menyatakan keduanya terbukti di persidangan telah berencana dan membunuh pengusaha tembakau dan pupuk, Tjiong Boen Siong (64), warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, pada 12 maret 2019 yang kemudian berhasil diungkap Polisi 18 Maret 2019.

Dikatakan, perbuatan perencanaan pembunuhan pada Tjiong Boen Siong yang juga suami dari Nurtafia, itu dipersalahkan karena sesuai dengan pasal 340 jo 55 ayat 1 ke 2 KUHP subsider 338 jo 55 ayat 1 ke 2. Putusan itu sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Wisnu SH.
Pada sidang lainnya, dikatakannya, majelis menghukum Wiji Indarto dengan hukuman 20 tahun penjara. Ia berperan sebagai perencana dan eksekutor pembunuhan. Hukuman itu sama dengan tuntutan jaksa.
Sedangkan Rizal Ariyadi alias Ambon dihukum lebih ringan 2 tahun dari Jaksa Penuntut Umum, dengan hukuman 18 tahun penjara. Majelis berkeyakinan Ambon hanya sebagai pembantu.
Demikian halnya dengan Agus Setyo yang dihukum 7 tahun penjara dari tuntutan 13 tahun penjara. Dia dipersalahkan melanggar pasal 340 jo 56 ayat 2 KUHP, yakni sebagai penyedia tempat sehingga termasuk dalam terlibat pembantu pembunuhan.

Meski demikian Anggota Majelis Hakim Stefanus SH berbeda pendapat, ia menyatakan Agus Setyo tidak tahu dan terlibat dalam pembunuhan sehingga harus dibebaskan dari segala dakwaan. Atas putusan itu terpidana dan jaksa menyatakan pikir-pikir.
Terungkap di persidangan, Nurtafia, Permadi DW dan Indarto merencanakan pembunuhan. Rizal Ariyadi alias Ambon berperan sebagai pengalih perhatian, sedangkan Am penyedia tempat, yakni di rumahnya di wilayah Bulu. Saat korban berbincang dengan Ambon di ruang tamu lalu dianiaya. Korban lalu dibuang ke Perhutani Blok Bongkol di Dusun Bandarejo Desa Sidoharjo Kecamatan Candiroto Temanggung. Saat ditemukan kondisi telah membusuk.

Korban dihabisi karena sebagai penghalang hubungan Permadi dan Nurtafia, yang hendak menikah. Pada pembunuhan itu eksekutor dibayar Rp 20 juta yang dibayarkan dari uang korban.
Sedangkan barang bukti yang di antaranya mobil pick-up Mitsubishi Colt 120 SS warna hitam dan Xenia warna hitam BE 2433 YS, dikembalikan pada pemilik. Barang bukti sejumlah telepon genggam dimusnahkan dan uang tunai kurang lebih sebanyak Rp 12 juta kembali dimasukkan ke rekening korban.

Penasehat hukum para terpidana Dwi Catur SH mengatakan masih pikir-pikir dan berusaha untuk banding terutama bagi Agus Setyo, karena tidak mengetahui adanya perencanaan pembunuhan, yang diketahuinya adalah akan menagih utang. “Agus Setya mempersilahkan rumahnya dijadikan tempat menagih utang, jadi ia tidak tahu sebab para terpidana lain telah membohonginya,” katanya. (Osy)

Read previous post:
Aroma dan Cita Rasa Kopi Arabika Lebih Kaya

ISTILAH jenis kopi arabika dan robusta sudah banyak didengar masyarakat. Tanaman kopi arabika dikenal dapat tumbuh dengan baik serta optimal

Close