DUA BOCAH SD JADI KORBAN-Kakek Cabul Divonis 7 Tahun Penjara

BANTUL (MERAPI) -Terbukti melakukannya pencabulan terhadap dua bocah SD, Suparno (66) penambang pasir warga Kasihan Bantul akhirnya divonis 7 tahun penjara potong masa tahanan dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (30/10). Selain itu terdakwa juga dibebankan membayar denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.
Vonis yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan jaksa Nur Ika Yutanita SH yang semula menuntut 8 tahun penjara serta denda Rp 50 juta subsider 4 bulan kurungan. Majelis hakim diketuai Laily Fitria Titin Anugerahwati SH sepakat dengan jaksa yang menjerat kakek tersebut dengan pasal 82 ayat 1 jo pasal 76E UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

Atasan vonis majelis hakim, terdakwa yang didampingi penasihat hukum Deni Kuncoro Sakti SH masih menyatakan pikir-pikir. “Kami masih pikir-pikir untuk banding. Karena hukumannya terlalu berat di sisa umur terdakwa yang sudah tua renta,” lanjut Deni.
Dalam amar putusan majelis hakim terungkap, awalnya terdakwa dalam kurung waktu tahun 2013 sampai 2019 ingin berhubungan badan dengan istrinya. Tetapi ajakan itu ditolak karena sang istri sudah berusia senja. Untuk itu dalam kurun waktu tersebut di atas terdakwa beberapa kali memberi uang kepada Kencur (10-nama samaran) dan Kunyit (11-nama samaran) yang masih tetangganya sendiri supaya mau dipegang bagian alat vital mereka.

Perbuatan itu dilakukan terdakwa di beberapa tempat berbeda-beda di Kasihan bahkan pernah dilakukan di pinggir Sungai Winongo. Saat hendak melakukan aksinya terdakwa selalu memberikan iming-iming uang mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 5.000.
Supaya para saksi korban tidak bercerita kepada siapapun, terdakwa terkadang mengancam akan memukul saksi korban bila menolak atau melapor perbuatannya terdakwa. Tetapi perbuatan terdakwa diketahui setelah saksi korban bercerita kalau alat vitalnya sering dipegang-pegang terdakwa, bahkan dari pemeriksaan visum diketahui selaput dara saksi korban robek akibat perbuatan cabul tersebut. Orangtua korban kemudian melapor polisi kemudian pelaku dibekuk.(C-5)

Read previous post:
LIGA 2 PSSI SLEMAN – UPN Ambil Alih Puncak Klasemen

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - Tim UPN hanya memberikan waktu satu hari bagi PS Cena menikmati puncak klasemen sementara Grup 3

Close