Dusun Sembung Rintisan Kampung Sejuta Flora

MERAPI-AWAN TURSENO  Robertus Henri Suyono (dua dari kiri) bersama panitia pameran tanaman hias.
MERAPI-AWAN TURSENO
Robertus Henri Suyono (dua dari kiri) bersama panitia pameran tanaman hias.

PAKEM (MERAPI) – Masyarakat Dusun Sembung, Desa Purwobinangun, Pakem, mulai merintis usaha baru dengan menjual tanaman hias. Terobosan baru ini merupakan langkah awal dalam rangka menyambut wisatawan yang dari tahun ke tahun terus meningkat.

Usaha ini diawali dengan menyelenggarakan pameran tanaman hias, sayuran dan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dengan tema Rintisan Kampung Sejuta Flora. Acara tersebut dibuka Kepala Desa Purwobinangun, R Heri Suasana dilanjutkan senam masal yang diikuti masyarakat se-Purwobinangun, Minggu (20/10).

Ketua panitia, Robertus Henri Suyono menjelaskan, program menjual tanaman hias sebagai upaya pemberdayaan dan pengembangan usaha ibu-ibu di Dusun Sembung. Langkah ini bermula tatkala dusun tersebut mewakili desa pada lomba Kesemaraan tingkat kecamatan dengan meraih juara pertama.

Capaian tersebut kemudian dikembangkan dengan membuka sentra tanaman hias. Kedepan, usaha ini bukan hanya sebagai bisnis, tetapi sekaligus untuk persiapan mengikuti lomba Green and clean pada tahun 2020.

“Tahun 2020 kita ikut lomba Green and clean. Setiap rumah harus mempunyai tanaman hias dan sayuran. Dari pada beli tanaman, lebih baik kita persiapkan sejak awal. Bahkan kita menjual tanaman hias,” katanya.

Dalam sambutannya Heri Suasana menyampaikan, terobosan baru warga Dusun Sembung menjual tanaman hias menjadi salah satu contoh peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, dusun lain dapat melakukan hal sama meski dengan bidang lain.

Heri berharap, kedepan kegiatan tersebut agar terus dikembangkan tidak hanya jual tanaman tetapi mampu membuat bibit sendiri sekaligus menjual pupuk. Sehingga, kebutuhan tanaman hias untuk Yogyakarta yang masih kekurangan sekitar 20 persen dapat terpenuhi.

“Peluang usaha tanaman hias masih sangat bagus. Untuk wilayah DIY saja masih kekurangan sekitar 20 persen. Kondisi ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Di sisi lain, destinasi wisata di Desa Purwobinangun mulai menggeliat. Daerah tujuan wisata dari waktu ke waktu mengalami peningkatan. Begitu pula wisatawan yang datang ke wilayah Sleman utara terus bertambah. Kondisi ini agar ditangkap masyarakat dengan membuka usaha yang mendukung sektor tersebut.

“Ramainya wisatawan yang berkunjung dan lalu lalang harus dimanfaatkan. Jangan sampai kita hanya sebagai penonton,” tegas Heri.

Apalagi, tahun mendatang anggaran Dana Desa (DD) tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi dapat dialokasikan ke pemberdayaan masyarakat. Masyarakat yang membutuhkan dana pengembangan usaha terutama kelompok-kelompok dapat mengajukan proposal. (Awn)

Read previous post:
SATGAS BERANI HIDUP GUNUNGKIDUL: Diharap Efektif Cegah Bunuh Diri

WONOSARI (MERAPI) - Komisi D DPRD Kabupaten Gunungkidul meminta pemerintah setempat mengefektifkan kinerja "satuan tugas berani hidup" dalam rangka menekan

Close