Diduga Terlibat Penusukan Wiranto, Perempuan Penjual Kacang Ditangkap Densus 88

Rumah terduga teroris H. (Foto: Abdul Alim)
Rumah terduga teroris H. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap kemudian menggeledah rumah terduga teroris, H (48) di Gang Apel Rt 02/Rw VII Dusun Pokoh, Desa Ngijo, Tasikmadu, Sabtu (19/10). Perempuan bersuami ini diduga terlibat jaringan pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto.

Berdasarkan informasi yang berhasil didapat, tim Densus melakukan penangkapan H pada pukul 06.00 WIB di rumah kontrakannya. Perempuan bercadar ini kemudian dibawa ke Mako Brimob Polda Jawa Tengah di Semarang guna penyelidikan lebih lanjut. Sesuai KTP, ia penduduk Sampang, Jawa Timur. Di dalam rumah H, polisi mengamankan barang bukti berupa kartu keluarga dengan kepala keluarga bernama Junaidi, dua ponsel, kertas tertoreh tulisan tangan, bandel mukadimah, sejumlah buku cetakan, sebuah buku catatan tangan, sebuah sepeda motor dan sebagainya.

Penggeledahan yang berlangsung hingga pukul 08.15 WIB itu disaksikan Kadus Pokoh Sriyanto, Ketua Rw VII Eko Haryono dan Ketua Rt 02 Adi Tugino dan tetangga Luluk Supriyanto. Aparat berjaga di muka gang selama proses tersebut.
Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi membenarkan adanya penangkapan diikuti penggeledahan tersebut. Jajaran polres tak ikut campur secara langsung, namun hanya mengamankan lokasi.

“Semua sudah dilakukan tindakan oleh Densus. Sesuai SOP, kita laksanakan pengamanan back up di luar lokasi,” katanya.

Sementara itu menurut penuturan Ketua Rt 02 Adi Tugino, H mengontrak rumah Alvian sejak 6 bulan lalu. Sebelum itu, ia mengontrak di Desa Gaum, Tasikmadu.
“H sangat tertutup dan jarang berkomunikasi dengan warga,” katanya.

Sedangkan menurut Junaidi, ia tak tahu menahu mengapa istrinya ditangkap polisi. Apalagi kasusnya terkait terorisme. Ia menyadari H yang dinikahinya pada 2011 di Jawa Timur memang memiliki pendirian keras terkait keyakinannya. Junaidi mengakui rumah tangganya kurang harmonis, sehingga ia memutuskan minggat dan mengontrak di Solo. Ia sesekali menengok anaknya di Karanganyar. Junaidi mengaku istrinya itu sering didatangi tamu perempuan di rumah kontrakan. Hanya saja ia tak tahu identitasnya. Para tamu istrinya itu diketahui aktif di media sosial. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, H berjualan kacang yang dititipkan di warung angkringan. Dalam beberapa pekan terakhir, ia juga membuka jasa jahit. (Lim)

Read previous post:
HADAPI MUSIM PANCAROBA: BPBD Bantul Siap Antisipasi

BANTUL (MERAPI) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mulai mempersiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi peristiwa, yang berpotensi terjadi pada

Close