DIDUGA MENGANDUNG BAHAN KIMIA BERBAHAYA- Pengedar Obat Tradisional Mulai Diadili


Terdakwa digiring petugas kejaksaan untuk menjalani sidang pembacaan dakwaan di PN Sleman. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa digiring petugas kejaksaan untuk menjalani sidang pembacaan dakwaan di PN Sleman. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

SLEMAN (MERAPI) – Terdakwa SD (35) yang diketahui sebagai pengedar obat tradisional mengandung bahan kimia berbahaya mulai diajukan ke muka persidangan Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Selasa (15/10).

Dalam dakawaan jaksa D Lintang Ashari SH, terdakwa pada Kamis 11 Juli 2019 pukul 13.00 ditangkap di rumah saksi Mujono di Banyunganti Lor Kaliagung Sentolo Kulon Progo. Penangkapan dilakukan setelah terdakwa mengedarkan obat tradisional yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Hal itu berdasarkan informasi dari masyarakat yang disampaikan petugas Balai Besar POM DIY yang berisi adanya peredaran obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat dan nomor pendaftaran fiktif di sekitar Sentolo Kulonprogo.

Selanjutnya dalam rangka penertiban terhadap peredaran sediaan farmasi berupa obat tradisional yang diduga mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) atau Tanpa Izin Edar tersebut petugas Balai Besar POM DIY berkoordinasi dengan Polda DIY melakukan penyelidikan mengungkap kebenaran informasi tersebut.

Selanjutnya pada Kamis 11 Juli 2019 pukul 11.00, petugas Balai Besar POM mendatangi rumah milik saksi Mujono ditemukan obat tradisional yang diduga mengandung bahan kimia obat (BKO) dan nomor pendaftaran fiktif atau tanpa izin edar berupa obat tradisional Daun Tapak Liman dan Pil Kecetit.

Setelah petugas menanyakan asal obat tradisional tersebut kepada Mujono ternyata berasal dari terdakwa. Selanjutnya Mujono diminta untuk menghubungi terdakwa guna memesan obat tradisional Daun Tapak Liman dan Pil Kecetit.

Kemudian sekitar pukul 13.00 terdakwa yang datang menggunakan sepeda Honda datang ke rumah saksi Mujono dengan membawakan pesanan obat tradisional Daun Tapak Liman dan Pil Kecetit. Setelah itu petugas Balai Besar POM melakukan pemeriksaan barang-barang yang dibawa terdakwa dalam tas kanvas yang ada di atas motor.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan barang bukti sediaan farmasi berupa obat tradisional diduga terdapat nomor pendaftaran fiktif atau tanpa izin edar sebagai. Untuk itu terdakwa diamankan petugas hingga diajukan ke persidangan. (C-5)


Read previous post:
ilustrasi
Duel Maut di Sekolah, Siswa SMP Tewas Dipukul

BANTUL (MERAPI)- Peristiwa tragis terjadi di sebuah SMP di Kabupaten Bantul, Senin (14/10). Seorang siswa tewas setelah berkelahi dengan teman

Close