AHLI DALAM SIDANG KASUS PENAMBANGAN- Penambangan Dilakukan di Lokasi Terlarang


Ahli dari Kantor Dinas ESDM DIY disumpah sebelum memberi keterangan di muka persidangan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Ahli dari Kantor Dinas ESDM DIY disumpah sebelum memberi keterangan di muka persidangan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Ahli dari Kantor Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) DIY, Eka Purnama menilai penambangan tanah urug yang dilakukan tiga terdakwa yakni DW (52), EA (30) dan Wrs (42) warga Imogiri Bantul tidak akan pernah mendapat izin. Pasalnya, lokasi penambangan dilakukan di luar izin lokasi usaha pertambangan dan berada di lokasi yang dilarang untuk dilakukan penambangan.

“Saat ke lokasi kami melakukan pengambilan titik koordinat di Tilaman Wukirsari Imogiri Bantul Memang benar di tempat ini bukan merupakan lokasi yang diperbolehkan untuk dilakukan penambangan,” ujar Eka Purnama di sela-sela memberikan keterangan di muka persidangan yang dipimpin hakim Khoiruman Pandu Kesuma Harahap SH MH di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Senin (14/10).

Sehingga sampai kapanpun lokasi tersebut tidak boleh dilakukan penambangan karena bukan wilayah pertambangan. Sehingga bila penambang mengajukan perizinan jelas tidak akan lolos.

Disebutkan, penambangan tanah urug yang merupakan bagian dari komoditas bebatuan merupakan bagian dari usaha pertambangan yang wajib memiliki izin. Untuk perizinan sendiri harus mendapatkan izin langsung dari gubernur melalui pelayanan satu pintu.

Beberapa izin yang harus dipenuhi terdiri dari Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Operasi Produksi (IOP). Karena barang yang ditambang akan dijual maka kedua izin tersebut harus dipenuhi sebelum penambangan dilakukan.

Dari keterangan ahli tersebut, terdakwa berdalih tanah urug yang ditambang dengan alat berat hanya dilakukan untuk menghilangkan longsor. Ahli menyatakan meski untuk menghilangkan bekas longsoran tetapi tanah urug tak boleh dijual dan mencari keuntungan dengan alasan apapun.

Tetapi dalam perkara ini para terdakwa menjual tanah urug tersebut. Para terdakwa yang melakukan penambangan tidak memiliki izin apapun sehingga dijerat pasal 158 UU No 4 Tahun 2009 tentang Penambangan Mineral dan Batu Bara. (C-5)


Read previous post:
Pelatih PSS Minta Pemain Naikkan Mentalitas

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - PSS Sleman mendapat kabar baik jelang pertandingan pekan ke-22 Liga 1. Tim tamu yang akan mereka

Close