Perombakan Tim di Putaran Kedua Jadi Blunder Aji Santoso

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pelatih PSIM Yogya, Aji Santoso yang baru saja mengundurkan diri menyebut perombakan yang dilakukannya pada putaran kedua, menjadi blunder bagi dirinya. Dengan mencoret 11 pemain dan mendatangkan 9 pemain baru, ternyata malah membuat PSIM terpuruk setelah sebelumnya berada di runnner up pada paruh pertama.

Jika melihat statistik pertandingan putaran kedua, PSIM hanya meraih dua kemenangan dari delapan laga yang sudah dilakoni, yakni lawan Persiba Balikpapan dan Madura FC. Selain itu, enam laga harus diakhiri PSIM dengan kekalahan, termasuk dua laga di kandang, melawan Mitra Kukar maupun Sulut United.

“Di putaran kedua memang saya yang menginginkan perombakan tim. Banyak pemain yang kami datangkan, harapannya untuk tampil lebih baik. Namun ternyata malah tidak sesuai harapan. Bahkan ada yang bilang kalau starter di PSIM selalu berubah, ya karena memang kami tak bisa selalu tampil full team, kecuali saat lawan Persiba itu saja,” papar Aji.

Aji berharap siapapun yang menggantikan dirinya sebagai pelatih di PSIM, bisa menjaga motivasi bermain Cristian Gonzales dan kawan-kawan. “Saya harap motivasi pemain bisa terus dijaga. Saat lawan Martapura FC kemarin sebenarnya mereka berjuang dengan luar biasa. Hanya karena ada penalti yang menurut saya itu bukan pelanggaran, hasilnya jadi seperti itu,” imbuhnya.

PSIM masih memiliki dua sisa pertandingan di kandang, yakni menjamu Persatu Tuban pada Minggu (13/10) dan menghadapi Persis Solo pada 21 Oktober mendatang. Kemenangan menjadi harga mati bagi PSIM di dua laga tersebut. Tak hanya sebagai jalan menuju 8 besar tapi juga yang tak kalah penting menyelamatkan diri dari ancaman degradasi. (Oro)

Read previous post:
Aji Santoso Mundur dari PSIM

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Serentetan hasil mengecewakan yang dialami PSIM Yogya akhirnya memakan korban. Sang nahkoda, Aji Santoso memilih mengundurkan

Close