Seto Ingatkan Kelemahan Bola Mati

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Lini belakang tak henti-hentinya mendapat sorotan Seto Nurdiyantoro. Pelatih PSS Sleman itu belum puas dengan kinerja barisan pertahanannya hingga pekan ke-22 Liga 1. Saat ini mereka sudah kebobolan 30 gol sama dengan torehan memasukan bola ke gawang lawan. Meski berada di peringkat tujuh klasemen sementara, Laskar Sembada menempati posisi enam klub dengan kemasukan terbanyak dari seluruh kontestan Liga 1.

Salah satu kelemahan lini belakang yang akan dievaluasi dalam latihan selanjutnya adalah antisipasi bola mati dan crossing. Sejumlah gol yang bersarang di gawang Ega Rizky dan Try Hamdani berawal dari skema sederhana, bola mati dan crossing lawan. Padahal, di lini belakang ada nama Alfonso de La Cruz yang kuat duel udara.

Pelatih berlisensi AFC Pro itu mengaku dalam empat pertandingan terakhir pertahanannya sudah cukup bagus namun masih terlihat salah antisipasi terhadap umpan lawan yang berawal dari bola mati maupun crossing.
“Harus dikuatkan lagi setelah melihat kondisi para pemain hari ini (kemarin). Kami mau tidak ada kesalahan antisipasi. Empat pertandingan sudah baik hanya perlu ditingkatkan lagi,” beber Seto.

Bicara pertahanan Seto melihat beban bukan hanya di pundak pemain belakang saja. Lini tengah dan depan juga berperan dalam menggalang pertahanan lawan membawa bola. Sejauh ini ia puas dengan penampilan Guilherme Batata yang bisa jadi perisai empat pemain belakangnya. Masalahnya adalah taktikal, bagaimana ketika Batata absen. Seto sempat mencobanya saat menghadapi Bhayangkara FC di mana memasang Ardan Aras sebagai gelandang bertahan. “Hasilnya bertahan cukup bagus tapi kami susah menyerang. Makanya kemarin masuk Dave Mustaine,” sambung pelatih asal Kalasan itu.

Memperbaiki pertahanan memang cukup masuk akal sebelum menghadapi Kalteng Putra 18 Oktober mendatang. Meski lawan berada di zona degradasi dan di atas kertas bisa dikalahkan lantaran jatuhnya mental pemain Kalteng, Seto masih waspada.

Edyson Soares, striker anyar Kalteng Putra yang punya nilai kontrak Rp 3 miliar tetap berbahaya meski dalam lima pertandingan gagal mencetak gol dan mulai frustasi dengan gaya permainan tim yang menghuni peringkat 17 klasemen sementara itu. “Sepakbola permainan di lapangan, bukan di atas kertas jadi kami sangat waspada dan terus waspada. Saya sudah sampaikan agar tidak meremehkan,” tambah Seto. (Des)

Read previous post:
Rencana Larangan Minyak Goreng Curah Bikin Resah

BANTUL (MERAPI)- Mulai 1 Januari 2020 mendatang, pemerintah melalui Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI berencana akan melarang peredaran minyak curah di

Close