PEMADAMAN GUNUNG SUMBING: Relawan Dibantu Masker Asap dan Sepatu Boot

TEMANGGUNG (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Temanggung, Kodim 0706, Polres dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyalurkan bantuan peralatan dan perlengkapan keselamatan untuk pemadaman gunung Sumbing pada relawan, Rabu (25/9).

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan bantuan yang disalurkan pada relawan adalah peralatan dan perlengkapan keselamatan, yang Senin (23/9) disampaikan saat pertemuan dengan Kapolda Jateng Irjen (Pol) Rycko A Dahniel di Posko Banaran. ” Peralatan dan perlengkapan itu sangat diperlukan dalam pemadaman, ” kata Kapolres.

Dia mengatakan bantuan itu berupa 30 pasang sepatu boot, masker 6 dos, masker asap 5 buah, sarung tangan 8 bungkus, oksigen 3 botol obat-obatan, head lamp, dan parang/ golok 55 buah. ” Polres menerjunkan tim siaga medis untuk pengecekan kesehatan terhadap relawan,” katanya.

Bantuan, terangnya, langsung dipakai relawan dan petugas untuk pemadaman di lereng Gunung Sumbing.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Gito Walngadi mengatakan api masih membakar lereng gunung Sumbing. Petak yang terbakar adalah 23-3 dan 27-4. Petugas dan relawan berangkat Rabu pagi. Sebelumnya petugas dan relawan ditarik Selasa sore karena cuaca dan kondisi sudah tidak memungkinkan. ” Kami menarik personel Selasa sore, pemadaman sudah tidak memungkinkan lagi. Jadi gunung Sumbing masih terbakar,” kata dia.

Dia mengataan petak yang terbakar yakni petak 23-3 dengan luasan baku 27,8 hektare dan petak 27-4 dengan luasan baku 40,9 hektare. Lokasi ini masuk di RPH Kemloko BKPH Temanggung KPH Kedu Utara atau berada di wilayah administratif Desa Kemloko Kecamatan Tembarak Temanggung.

” Lokasi yang terbakar memiliki jenis tanaman rimba Campur dan masuk kelas hutan serta fungsi hutan lindung,” katanya.

Disampaikan keseluruhan lahan yang terbakar di petak 23-3 dan 27-4 mencapai 19,5 hektare. Sampai Selasa malam titik api terpantau hanya di titik 27-4, sedangkan di petak 23-3 sudah tidak ada lagi. Kerugian material dari kebakaran tercatat Rp 3 juta.

“Api di petak 27-4 belum bisa di padamkan karena medan yang sulit dijangkau,” katanya.

Dia mengatakan upaya pemadaman dalam beberapa hari terakhir dengan cara tradisional. Pemadaman dan penyisiran titik api dengan tim ke 3 jalur yaitu jalur Banaran 12 orang bertugas melakukan pemantauan, pemadaman dan penyisiran titik api di seputaran pos 3 jalur Banaran.

Di jalur Walitis sebanyak 31 orang yang bertugas merintis jalur, penyekatan dan pemadaman titik api, sampai dengan dan jalur alternatif yang berada diantara jalur Banaran dan jalur Walitis sebanyak 13 orang yang bertugas merintis jalur dan melakukan pemadaman di atas blok Gowang.

” Personel dan relawan yang naik untuk pemadaman telah terpilih, relawan juga bergilir untuk menjaga agar tetap fit,” katanya.

Dia berharap malam hari yang dingin dapat membantu pemadaman secara alami, sehingga api lekas padam atau sudah berkurang. (Osy)

Read previous post:
RODA KEHIDUPAN (3) – Perih Menahan Perasaan

DENGAN menahan rasa sakitar biasa yang dirasakan, Bu Sabani punpulang tanpa membawa hasil. Badannya yang kurus kering, bukan saja disebabkan

Close