Geng Sekolah Marak, Polisi Minta Peran Orangtua

YOGYA(MERAPI)- Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini, sangat menyayangkan kasus pembacokan yang menewaskan korban Egy Hermawan (17) warga Sewon, Bantul. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah perkelahian antarpelajar. Polisi pun meminta peran orangtua siswa agar geng sekolah tak tumbuh subur.
“Upaya (pencegahan kekerasan pelajar) telah kita lakukan, seperti menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah termasuk oleh pejabat utama Polda DIY. Kita juga berikan nasehat pada para pelajar ini,” ujar Armani kepada wartawan, Rabu (25/9).
Selain itu, kata dia, kerjasama dengan sekolah yakni program penempatan satu sekolah dua polisi juga telah dilakukan oleh Polresta Yogyakarya. Kendati demikian perkelahian antar geng pelajar sekolah di Yogyakarta tetap terjadi.

Untuk itu Armaini mengimbau pada orangtua siswa untuk lebih bisa mengawasi anak-anaknya saat main di luar jam sekolah. Pasalnya orangtua yang mempunyai banyak waktu untuk mendidik anak-anaknya.
“Orangtua yang punya banyak waktu mendidik anaknya. Contohnya, pelaku ini belum mempunyai SIM tapi sudah memakai motor. Untuk itu saya imbau orangtua lebih selektif mengawasi anaknya,” harapnya.
Di Yogya ditengarai ada puluhan gengt sekolah, hal inilah yang diduga sebagai pemicu aksi perkeliahan antarsekolah. “Perkelahian pelajar ini tidak antarsekolah, tapi genng. Karena pelakunya berasal dari beberapa sekolah,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Egy tewas dibacok gerombolan geng sekolah saat melintas di perempatan Menukan, Mergangsan, Yogya, Minggu (22/9) lalu. Dia dikuntit para pelaku usai menonton pertandingan futsal. Korban tewas akibat kejadian itu. Dua hari berselang, polisi berhasil nenangkap 7 orang. Dari hasil penyidikan, kuat dugaan penyerangan dilatarbelakangi permusuhan antargeng.(Shn)

Read previous post:
Lestarikan Sendang dengan Kenduri Wilujengan

SEBAGAI upaya pelestarian sendang atau mata air di pegunungan, warga Dusun VI Gotakan Panjatan Kulonprogo menggelar kenduri wilujengan di Sendang

Close