Janda Dirampok, Kepala Dibenturkan Tembok Hingga Pingsan

KALASAN (MERAPI)- Seorang janda, Ny NS (45) warga Sambiroto, Purwomartani, Kalasan, Sleman disekap perampok yang tiba-tiba masuk ke warung makan miliknya, Selasa (24/9) sekitar pukul 20.00 WIB. Pelaku mengancam membunuh korban serta membenturkan kepalanya ke dinding hingga korban pingsan. Usai melumpuhkan korban, pelaku kabur menggondhol motor, handphone dan sejumlah uang.
Beberapa jam usai kejadian itu, pelaku berhasil dibekuk polisi, Rabu (25/9) dinihari. Pelaku diketahui bernama Sp (22) asal Palembang. Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah saat dikonfirmasi wartawan kemarin membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dikatakan, pelaku sudah diamankan sekitar empat jam usai kejadian di daerah Dongkelan, Yogyakarta.
“Iya pelaku sudah diamankan, sekarang masih dalam penanganan Polsek Kalasan,” kata Rizky. Dijelaskan, akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian mulut dan pipi.

Menurut keterangan, aksi perampokan sadis itu diduga terjadi sekitar pukul 20.00, Selasa malam. Awalnya, korban sendirian berjualan bebek goreng di sekitar Sambiroto, Purwomartani. Lokasi korban berjualan cukup ramai dengan lalu lalang kendaraan. Apalagi waktu belum begitu malam. Kemudian, datang pelaku Sp berlagak seperti pembeli. Awalnya dia mengobrol biasa dengan korban. Hingga tiba-tiba, pelaku menyerang korban dan mengancam melukai jika tak menyerahkan harta bendanya.
Karena kalah kuat, korban tidak bisa berkutik saat pelaku mengancam akan menusuk leher dengan gunting. Pelaku kemudian membawa korban ke kamar mandi. Saat itu korban masih meronta. Pelaku pun kalap. Dia lantas membenturkan kepala korban ke tembok hingga dia pingsan.

Belum puas sampai di situ. Pelaku kemudian mengikat tangan korban.
Selanjutnya pelaku kabur membawa motor Suzuki Nex, dua handphone dan sejumlah uang milik korban. Dua jam setelah kejadian itu, korban siuman. Dia kemudian keluar dari kamar mandi dan memita tolong kepada saksi yang berjualan nasi goreng, Victorianus Dias Artanto (55). “Saat meminta tolong, korban masih dalam kondisi tangan terikat,” kata Dias.
Saksi kemudian membantu korban ke rumah sakit lantas melapor ke Polsek Kalasan. Aparat yang menerima laporan ini langsung bertindak. Dalam waktu beberapa jam, identitas pelaku diketahui. Polisi langsung memburunya dan berhasil mengamankan pelaku di daerah Dongkelan. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan motor dan HP milik korban. Barang-barang itu belum sempat dijual pelaku karena dia keburu tertangkap. (Shn)

Read previous post:
Bantuan Alsintan Bisa Dikelola Berorientasi Bisnis

JAKARTA (HARIAN MERAPI)- Alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) tak hanya dioptimalkan penggunaanya ke petani. Diharapkan, alsintan

Close