Pemburu Burung Tewas Tertembak Senapan Sendiri

WONOSARI (MERAPI)- Naas menimpa seorang pemburu burung, Dul Rohim (50) warga Dusun Kukap, Ngerangan, Bayat, Klaten, Jawa Tengah Minggu (22/9) sore. Korban tewas tertembus peluru di bagian dada dari senapan angin yang dibawanya. Diduga, senapan tiba-tiba meletus saat korban membawanya melalui jalan terjal.
“Upaya penyelamatan dilakukan, tetapi dalam perjalanan ke RSI Klaten, Jawa Tengah korban meninggal,” kata Kasi Humas Polsek Ngawen, Gunungkidul Aipda Agus Gunawan kepada wartawan, Senin (23/9) kemarin.
Informasi di lokasi kejadian menyatakan, peristiwa naas itu terjadi saat Dul Rohim bersama anaknya Muhsin Sulistyo sedang berburu burung dan tupai di wilayah Kecamatan Ngawen dengan membawa satu pucuk senapan angin.

Keduanya kemudian berjalan menuju bukit. Pada saat berjalan, mereka melalui lereng bukit dengan kondisi bebatuan yang terjal. Sementara posisi senapan sudah dalam keadaan siap ditembakkan ke arah sasaran lengkap dengan pelurunya. Tak berselang lama, insiden pun terjadi. “Senapan angin yang dibawa Dul Rohim mendadak meletus mengenai dada sebelah kanan,” imbuhnya.
Saksi Muhsin yang mengetahui ayahnya roboh tertembak senapan angin langsung minta tolong warga dan berupaya membawanya ke RSI Klaten, Jawa Tengah. Tetapi karena lukanya cukup parah, korban meninggal dunia dalan perjalan menuju rumah sakit. Kejadian ini sudah ditangani Polsek Ngawen, Gunungkidul.(Pur)

Read previous post:
Luar Biasa, 2,5 Juta Petani Jateng Sudah Masuk Data Kartu Tani

SEMARANG (HARIAN MERAPI) - Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah mendata 2,5 juta petani untuk kepemilikan kartu tani. Dari total 2,8

Close