KORBAN PEMBACOKAN DIKENAL RINGAN TANGAN-Egy Rela Jual Burung Peliharaan demi Bantu Teman

SEWON (MERAPI)- Korban pembacokan di Jalan Menukan, Mergangsan, Yogyakarta, Egy Hermawan (17) dimakamkan Senin (23/9) siang. Ratusan pelayat termasuk teman-teman korban mengantar kepergian korban dari rumah duka di Dusun Sawit, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Egy Hermawan dikenal sosok yang mandiri di mata keluarga. Selain meminta agar pelaku dapat dihukum setimpal, keluarga berharap pihak terkait dapat menyelesaikan konflik secara tuntas agar kejadian nahas ini tidak terulang lagi.
Rumah di pertigaan gang kampung itu dipadati teman-teman korban yang datang silih berganti, kemarin siang. Mereka mengantarkan remaja yang lahir 27 Februari 2002 itu untuk yang terakhir kalinya. Jenazah Egy sampai di rumah duka pada Minggu petang dari RS Wirosaban Yogyakarta. Ayah korban, Haris kaget saat mendengar kabar putra pertamanya itu.

Selama ini, kata dia, Egy tidak pernah neko-neko bahkan sering membantu orangtua di rumah. Haris tidak menyangka putranya meninggal dengan sangat tragis. “Tadi dari guru sekolah dan teman-temannya (korban) sudah datang,” sebutnya kemarin.
Ditemui di rumah duka, Bibi korban, Isma menceritakan keseharian siswa kelas 12 SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta tersebut. Ponakannya menurut dia justru terlihat pendiam dan tidak pernah membuat masalah dalam keluarga. Sebagai anak paling tua, Egy sering menunjukkan perhatiannya kepada kedua adiknya. “Dia itu kalau mau sesuatu tidak selalu minta ke mamahnya. Mau beli HP dia nabung kalau uangnya kurang baru ditambah ibunya,” cerita Isma.
Isma melanjutkan, Egy srring membantu teman-temannya. Bahkan beberapa hari yang lalu dia menjual dua ekor burung peliharaannya. Uang hasil jual burung itu digunakan membeli teve dari temannya yang sedang membutuhkan uang. “Dia cerita ada teman mau jual teve karena lagi butuh duit, lha dia kan pelihara tiga burung, yang dua dijual duitnya untuk beli teve temannya itu,” paparnya.

Bahkan kebiasaan membantu ini juga dilakukan korban kepada ibunya yang berjualan di warung tidak jauh dari rumahnya. Selepas sekolah atau saat libur sekolah, Egy membantu sang ibu berjualan makanan. “Dulu pas karyawan mamahnya berhenti, Egy ngomong kalau dia saja yang membantu di warung,” sebut Isma.
Sementara, Paman korban, Putut Indroyono mengaku sangat kehilangan sosok Egy yang meninggal sangat tiba-tiba. Pihak keluarga terus berkomunikasi dengan kepolisian terkait perkembangan kasus yang menimpa keponakannya itu.

Putut berharap Polisi dapat menangkap semua pelaku hingga mendapatkan hukuman setimpal. Selain itu, Putut juga berharap ada perhatian lebih dari pihak terkait termasuk pemerintah daerah maupun kota Yogya terhadap kasus ini. Salah satunya dengan menyelesaikan konflik antar siswa ini dengan tuntas. “Ini kan seperti tidak ada habisnya, kalau tidak tuntas nanti timbul dendam dan saling membalas tidak selesai-selesai,” sebutnya.(C-1/C-4/Shn).

Read previous post:
JVWF 2019 Usung Tema ‘Soul of A Hero’

EVENT dua tahunan Jogja Volkswagen Festival (JVWF) kembali digelar tahun ini. Masih mengambil lokasi di Jogja Expo Center, event yang

Close