POLISI TANGKAP PEMBUNUH EGY-Balas Dendam, Pelajar Bunuh Pelajar

YOGYA (MERAPI)-Seorang pelajar sekolah swasta di Yogya, Egy Hermawan (17) warga Mantrijeron, Yogyakarta tewas dibacok segerombolan angota geng pelajar di wilayah Menukan, Mergangsan, Yogya, Minggu (22/9) petang. Empat dari 6 pelaku langsung dibekuk polisi, Senin (23/9). Aksi penyerangan itu diduga direncanakan untuk membalas dendam.
Korban meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit setelah mengalami luka robek di dada dan perut akibat sabetan senjata tajam. Kini polisi masih memburu dua pelaku lainnya.
“Identitas tersangka yang belum kita tangkap sudah kita ketahui. Setidaknya 6 orang nama tersangka sudah kita kantongi,” ujar Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini kepada wartawan, kemarin.
Menurutnya, empat tersangka yang diamankan yakni NM (18) wara Pakualaman Yogya, PS (17) warga Danurejan Yogya, LK (17) warga Mantrijeron Yogya dan DW (17) warga Yogya. Para tersangka merupakan pelajar dari berbagai sekolah di Yogya.

“Tersangka berhasil kita amankan di rumah masing-masing. Termasuk eksekutor pembacokan yakni DW,” katanya.
Dikatakan Armaini, dugaan sementara, pembacokan tersebut dilakukan karena motif dendam antargeng sekolah. Saat ini, polisi masih memburu pelaku lain yang saat ini masih belum ditemukan. Meski masih berstatus sebagai pelajar, pihaknya akan tetap menindak tegas perbuatan pelaku.
“Meski pelaku masih bawah umur, kita akan tindak secara tegas. Aksi ini sudah direncanakan karena tersangka sudah membawa senjata tajam,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Sutikno menambahkan, pera pelaku ditangkap setelah petugas berhasil mengidentifikasi motor pelaku. Berbekal informasi itu petugas mengamankan seorang tersangka.

Setelah dilakukan pengembangan, tiga orang tersangka lainnya berhasil diamankan termasuk sang eksekutor. Selain tersangka, petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti saat digunakan menghabisi korban.
“Senjata tajam yang digunakan membacok masih dalam pencarian. Kita hanya amankan barang bukti berupa helm pakaian, celana, dan jaket milik tersangka,” tandasnya.
Dijelaskan Sutikno, aksi pembacokan tersebut terjadi saat korban bersama temannya berboncengan usai menyaksikan pertandingan futsal di 4R Jalan Prangtritis Yogya, Minggu (22/9).
Sesampainya di barat Superindo Menukan, korban dihentikan rombongan pelaku yang mengendarai 5 sepeda motor saling berboncengan. Tanpa banyak kata, pelaku langsung merampas kunci kontak sepeda motor yang digunakan korban.
Korban bersama temannya berusaha kabur dengan mendorong motor ke timur, namun gerombolan pelaku kembali mengejar korban sampai di depan Superindo.

Setelah tertangkap, tersangka langsung membacokan senjata tajam ke arah korban yang mengenai dada serta perut. Sedangkan temannya berhasil melarikan diri. Usai melakukan aksinya, para pelaku kemudian meninggalkan lokasi.
“Sebelum peristiwa itu terjadi, pelaku sempat datang ke tempat pertandingan fulsal tapi tidak masuk. Diduga aksinya ini memang sudah direncanakan sebelumnya,” ujarnya.
Dalam menjalankan aksinya, para tersangka mempunyai peran masing-masing, seperti mengejar korban, mencabut kunci motor korban, menghadang, memukul, menendang, hingga menusuk korban dengan senjata tajam.
“Sebenarnya sebelum kejadian, korban dalam perjalanan pulang bersama temannya. Tapi hanya dia yang berhasil ditangkap dan dianiaya hingga meninggal dunia,” kata Sutikno.
Atas kejadian itu para tersangka diancam dengan pasal 80 ayat 3 Undang-undang Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014, ancaman hukuman 15 tahun dan atau denda Rp 3 Miliar. (Shn/C1/C4)

Read previous post:
Irigasi Dikelola P3A, Sawah di Lamsel Terairi Meski Kemarau

LAMSEL (HARIAN MERAPI)- Peningkatan kualitas jaringan irigasi tersier terus dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satunya di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan,

Close