Simulasi Bencana Tsunami di Karangwuni

GEMPA besar yang melanda wilayah Kulonprogo, Senin (23/9), begitu mengejutkan masyarakat setempat. Tampak wajah-wajah panik terutama di wilayah pesisir selatan, karena khawatir gempa tersebut akan disusul dengan terjangan tsunami.

Tak berselang lama, sirine peringatan dini terjadinya tsunami berbunyi nyaring. Masyarakat lari berhamburan menyelamatkan diri. Bersama keluarga, mereka segera menjauh dari pantai dan mencari tempat yang lebih tinggi. Beruntung, petugas dengan sigap memberi arahan. Masyarakat setempat pun sudah memahami tentang tindakan-tindakan yang harus dilakukan saat bencana gempa dan tsunami melanda.

Peristiwa yang terjadi di Desa Karangwuni, Wates Kulonprogo ini bukanlah sungguhan, melainkan gambaran pelaksanaan simulasi bencana tsunami. Simulasi penting digelar untuk melatih masyarakat terutama yang tinggal di dekat pantai, dengan tujuan meningkatkan kapasitas dalam penanggulangan bencana.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo, Hepy Eko Nugroho mengatakan, potensi bencana di Kulonprogo sudah disikapi dengan berbagai upaya pencegahan. Salah satunya sosialiasi terkait teknis antisipasi dan penanggulanan bencana masyarakat yang terus digalakkan dengan membentuk Desa Tangguh Bencana.

“Jumlah desa yang sudah menyandang status tangguh bencana di Kulonprogo ada 40 desa. Karangwuni sudah berstatus tangguh bencana,” ucapnya.

Kades Karangwuni, Wasul Khasani mengungkapkan, pemerintah desa telah mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan simulasi bencana. Dengan simulasi, masyarakat menjadi paham apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa dan tsunami. Sebab, Karangwuni lokasinya sangat dekat dengan pantai dan masuk zona merah tsunami. (Unt)

Read previous post:
POLISI TANGKAP PEMBUNUH EGY-Balas Dendam, Pelajar Bunuh Pelajar

YOGYA (MERAPI)-Seorang pelajar sekolah swasta di Yogya, Egy Hermawan (17) warga Mantrijeron, Yogyakarta tewas dibacok segerombolan angota geng pelajar di

Close