Museum Sebagai Ruang Belajar

PENGEMBANGAN Museum kini sudah tak mengarah pada revitalisasi fisik, fokus pada bagaimana mengisi aktivitas dengan penguatan program yang menarik dan edukatif. Hal ini telah dilakukan oleh Museum Benteng Vrederburg Yogya melalui program Vredeburg Fair bertajuk ‘Prestasi tanpa Batas’.

Saat pembukaan Vredeburg Fair, baru-baru ini, Direktur Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Restu Gunawan mengatakan, pemerintah telah memberikan alokasi dana demi penguatan program pada Museum. Pasalnya, inovasi dan penguatan program dilakukan untuk menarik kunjungan, terutama milenial. Diharapkan juga museum dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan kegiatan.

“Pendidikan karakter menjadi kunci utama perkembangan museum, untuk itu dibutuhkan tenaga museum yang kreatif dan cerdas. Seperti inovasi yang dilakukan Museum Vredeburg melalui salah satu program yang telah dilakukan yaitu sarasehan temu komunitas,” jelasnya.

Ditambahkan, sinergi museum dan komunitas di era milenial tak bisa diabaikan mengingat sasaran utama museum saat ini adalah generasi muda yang melek teknologi dan keterbukaan informasi.

“Museum sudah tak seperti jaman dulu. Sekarang dapat digunakan sebagai ruang publik untuk berdiskusi dan saling bertukar pikiran,” imbuhnya.

Adapun acara sarasehan mengundang 150 peserta yang berasal dari perwakilan (Forum Komunitas Museum Benteng Vredeburg (Fokus), stakeholder bidang pendidikan dan kebudayaan, serta perwakilan dari kaum milenial. (C-4)

Read previous post:
KORBAN PEMBACOKAN DIKENAL RINGAN TANGAN-Egy Rela Jual Burung Peliharaan demi Bantu Teman

SEWON (MERAPI)- Korban pembacokan di Jalan Menukan, Mergangsan, Yogyakarta, Egy Hermawan (17) dimakamkan Senin (23/9) siang. Ratusan pelayat termasuk teman-teman

Close