Yogya Gencarkan Vaksinasi Rabies Gratis

BERBAGAI kucing dan anjing menunggu giliran memasuki ruangan untuk divaksin. Mulai dari kucing lokal kampung hingga peranakkan. Sebagian kucing dan anjing nampak tenang saat jarum suntik mengenai tubuhnya. Tapi ada juga kucing yang gelisah dan berontak ketika jarum disuntikkan, sehingga harus dipegangi oleh beberap orang.

Ya itulah suasana vaksinasi rabies bagi anjing kucing dan kera yang diadakan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta di Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta pada Rabu(18/9). Masyarakat cukup antusias memanfaatkan vaksinasi rabies yang diberikan gratis itu itu, walaupun sebelumnya juga sudah dilakukan kegiatan serupa menyasar di kelurahan-kelurahan.

Menurut salah satu pemilik kucing yang mengikuti vaksinasi rabies gratis, Yosi mengaku kegiatan tersebut cukup membantu para pecinta satwa. Terutama yang memiliki kucing dan anjing lebih dari satu ekor. Mengingat biaya vaksin rabies mencapai sekitar Rp 100 ribu.

“Ini cukup membantu. Apalagi kalau yang punya kucing lebih dari satu,” kata Yosi warga Warungboto, Umbulharjo usai vaksin.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto mengatakan ada beberapa persyaratan bagi hewan untuk bisa mendapatkan suntikan vaksin rabies. Dari segi usaia minimal empat bulan, tidak berada dalam kondisi sakit, tidak sedang hamil, sudah diberi obat cacing dalam 3 bulan terakhir, dan indukan menyusui minumal usia anak satu bulan.

“Ada yang harus kami tolak karena hewan sedang sakit atau baru saja mendapat suntikan vaksin lain,” ujar Sugeng.

Dia menyampaikan vaksinasi rabies gratis itu merupakan kegiatan tambahan karena ada bantuan 90 vaksin rabies dari Pemda DIY. Rencananya vaksinasi rabies gratis tersebut juga diadakan pada 25 September 2019. Sebelumnya vaksinasi rabies gratis sudah dilakukan dua tahap pada tahun ini dengan jemput bola di kelurahan-kelurahan.

“Kami mendapat bantuan 90 vaksin dari DIY. Namun, jika masyarakat yang berminat mengikuti vaksinasi rabies ini membludag, kami akan memanfaatkan stok vaksin yang kami miliki,” terang Sugeng.

Namun warga yang mengikuti vaksinasi rabies gratis itu harus menunjukkan KTP warga Kota Yogyakarta. Dia menuturkan setiap warga bisa membawa lebih dari satu hewan untuk mendapat vaksinasi rabies secara gratis karena tidak ada batasan jumlah hewan yang bisa dibawa oleh seorang warga Kota Yogyakarta.

“Ada yang membawa enam ekor anjing, semuanya disuntik vaksin rabies secara gratis. Vaskin rabies bisa bertahan setahun, sehingga yang tahun ini belum vaksin, bisa ikut vaksinasi agar kekebalaan terhadap penyakit itu kuat,” ucapnya.

Dia menyebut DIY termasuk Kota Yogyakarta sudah masuk sebagai wilayah bebas rabies. Tidak ada catatan kasus rabies di Kota Yogyakarta. Tapi ada 6 kasus gigitan anjing. Vaksinasi rabies perlu dilakukan untuk mengantisipasi karena kejadian rabies baru dapat diketahui setelah ada gigitan ke manusia. Selain itu untuk mewaspadai kemungkingan mobilitas hewan yang cukup tinggi dari daerah lain dan anjing serta kucing liar.

“Untuk anjing liar kami observasi di jalanan dan kami karantina. Dari hasil selama ini anjing-anjing liar di Kota Yogya tidak ada temuan rabies. Tapi kami tetap antisipasi karena satwa mobilitas tidak mengenal batas wilayah,” tambah Sugeng.

Dia menyatakan jika ada kasus anjing yang menggigit, akan diobservasi dan dikarantina selama 14 hari di Poliklinik Hewan. Jika menunjukkan gejala rabies, akan diupayakan pengobatan. Tetapi jika tidak bisa disembuhan maka dilakukan euthanasia. (Tri)

Read previous post:
ilustrasi
KAPAL RUSAK DIHANTAM OMBAK-Dua Nelayan Berenang dari Laut ke Tepi Pantai

PANJATAN (MERAPI)- Dua orang nelayan nyaris menjadi korban keganasan laut selatan Kulonprogo, Minggu (22/9). Perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak

Close