KASUS SISWA SMK KETAHUAN MEROKOK-Kepsek: Bukan Mengeroyok Tapi Memperingatkan

WATES (MERAPI)- Pihak sekolah SMKN 1 Temon membantah telah terjadi pengeroyokan terhadap MT, namun hanya teguran karen akorban ketahuan merokok. Para pelaku pun telah dihukum jalan dengan jongkok oleh pihak sekolah.
Kepala SMKN 1 Temon, Fauzi Rokhman menegaskan, tidak ada tindakan pengeroyokan yang dilakukan para senior. Dirinya berpendapat, senior hanya memperingatkan adik kelasnya yang melakukan kesalahan.
“Kalau ada isu keroyokan, itu fitnah. Saya bantah keras, itu nggak ada,” tegas Fauzi.
Sebagai kepala sekolah, Fauzi mengaku sudah melakukan klarifikasi terhadap anak didik yang diduga sebagai pelaku. Menurutnya, kontak fisik dilakukan karena MT sudah diperingatkan agar tidak merokok, namun tindakan yang sama kembali dilakukan. Para pelaku pun diakuinya sudah mendapat sanksi dari pihak sekolah, yakni dengan jalan jongkok.

“Karena itu, mungkin anak-anak jadi muncul jiwa korsanya sehingga lepas kontrol, jadi ada yang mendorong, ada yang begini,” ucapnya sembari menepuk pipi menggunakan telapak tangan.
Apa yang dilakukan para senior, lanjut Fauzi, merupakan bentuk penertiban terhadap adik kelas sebagai upaya pendisiplinan. SMK N 1 Temon merupakan sekolah berbasis kemaritiman, namun pihak sekolah membantah adanya kewenangan yang diberikan kepada senior untuk menghukum junior. Hukuman yang diterapkan selama ini pun hanya berupa hukuman fisik seperti jalan jongkok, push up, sit up dan sebagainya, bukan merupakan kontak fisik seperti pemukulan.
“Kalau ada anak-anak yang melakukan kontak fisik, kami beri teguran tertulis agar tidak mengulanginya lagi. Orangtua juga diundang,” ucapnya.
Selama ini, kata dia, pihak sekolah juga sudah berupaya melakukan patroli untuk memastikan tidak ada senior yang masuk ke ruang kelas junior. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan adanya hukuman fisik yang berlebihan.

Terkait kasus MT, menurut Fauzi sudah ada pertemuan yang digelar antara kedua belah pihak. Dalam pertemuan itu, orangtua MT berulang kali menyampaikan bahwa kasus tersebut sudah selesai. Mereka sepakat memaafkan tanpa memperpanjang kasus ini ke ranah hukum.
“Tindakan merokok memang tidak diperbolehkan karena anak-anak di sini kami didik agar bisa menjadi TNI sehingga merokok justru merugikan diri mereka sendiri. Dalam tes kesehatan sebagai TNI, anak yang merokok tidak akan lolos. Mereka juga berpotensi mencemarkan nama baik sekolah,” pungkas Fauzi.(Unt)

Read previous post:
ilustrasi
Ketahuan Merokok, Siswa SMK Dipukul di Ulu Hati

TEMON (MERAPI) - Dugaan pengeroyokan yang dilakukan senior terhadap juniornya, terjadi di SMK N 1 Temon, Kulonprogo atau SMK Kelautan.

Close