GUGATAN 2 DOSEN DI PHI TIDAK DITERIMA- STIKes Madani Tak Lakukan PHK Sepihak


Ketua Pengurus Yayasan Madani Yogyakarta, Tito Hadi Priyatna SH (kiri) didampingi Ketua STIKes Madani Yogyakarta, Ns Faisal Sangadji MKep saat bersilaturahmi ke Koran Merapi. (Merapi-Istimewa)
Ketua Pengurus Yayasan Madani Yogyakarta, Tito Hadi Priyatna SH (kiri) didampingi Ketua STIKes Madani Yogyakarta, Ns Faisal Sangadji MKep saat bersilaturahmi ke Koran Merapi. (Merapi-Istimewa)

YOGYA (MERAPI) – Ketua Pengurus Yayasan Madani Yogyakarta, Tito Hadi Priyatna SH menegaskan bahwa STIKes Madani Yogyakarta tidak pernah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak terhadap Darmasta Maulana SKep Mkes dan Ivana Eko Rusdiatin SKep MSc sejak keduanya diangkat sebagai pegawai di lingkungan STIKes Madani Yogyakarta. Pengangkatan tersebut berdasarkan SK Yayasan ‘Madani’ No. 043/YMY/VII/2010 yang pada saat itu ditandatangani Ketua Yayasan Madani, H Chomsaha Sofwan Lc tertanggal 15 Juli 2010.

Penegasan tersebut disampaikan Tito Hadi Priyatna didampingi Ketua STIKes Madani Yogyakarta, Ns Faisal Sangadji MKep saat bersilaturahmi ke Kantor Redaksi Koran Merapi, Jalan Margo Utomo, 40-46 Yogya, Kamis (19/9). Penjelasan tersebut disampaikan sehubungan dengan gugatan Darmasta Maulana dan Ivana Eko Rusdiatin melawan STIKes Madani Yogyakarta yang diwakili Ketua Pengurus Yayasan Madani Yogyakarta, Tito Hadi Priyatna SH selaku tergugat.

“Kamis hari ini majelis hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Yogyakarta telah menjatuhkan vonis yang amar putusannya menyatakan gugatan para penggugat tidak dapat diterima karena penggugat salah dalam mengidentifikasi tergugat. Dalam hal ini para penggugat tidak jelas gugatan diajukan kepada siapa, apakah kepada STIKes Madani yang berada di bawah Yayasan Madani Yogyakarta atau yayasan lainnya,” terangnya.

Dengan putusan tersebut, lanjut Tito, para penggugat yaitu Darmasta Maulana dan Ivana Eko Rusdiatun dinyatakan masih tercatat secara sah dan resmi sebagai karyawan atau tenaga pengajar di lingkungan STIKes Madani Yogyakarta sampai saat ini. “Surat keputusan dan /atau pengangkatan apapun di instansi lain berkaitan dengan status kepegawaian keduanya, maka dengan ini dinyatakan batal demi hukum, tidak sah, tidak berlaku dan tidak mengikat secara hukum,” ujar Tito.

Berdasar putusan PHI Yogyakarta, lanjut Tito, maka terbukti secara sah, resmi dan meyakinkan bahwa Yayasan Madani Yogyakarta yang merupakan kelanjutan dari Yayasan Madani adalah sebagai pengelola, penanggung jawab dan/atau penyelenggara STIKes Madani Yogyakarta. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam SK yang dikeluarkan Menteri Pendidikan Nasional dengan SK No 148/D/O/2009 tentang Pemberian Izin Penyelenggaraan Program-program Studi dan Pendirian STIKes Madani di Yogyakarta diselenggarakan oleh Yayasan Madani di Yogyakarta tertanggal 25 September 2009.

“Dalam SK tersebut jelas dikatakan bahwa penyelenggara STIKes Madani adalah Yayasan Madani,” jelas Tito. Karena itu ia berharap tidak ada pihak-pihak yang menyalahgunakan dan/atau memanipulasi apapun berkaitan dengan Yayasan Madani Yogyakarta dan STIKes Madani Yogyakarta. (C-5)


Read previous post:
Anggungan Berkualitas Layak Dilombakan

DERKUKU dan puter pelung termasuk jenis anggungan dengan banyak penggemar. Bahkan lomba kedua jenis anggungan ini rutin digelar mulai tingkat

Close