PSS Gaet Empat Pemain Baru

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Manajemen dan PT Putra Sleman Sembada (PSS) mampu memaksimalkan hari terakhir transfer window Liga 1 dengan mengikat Ardan Aras (Martapura FC), Jefri Kurniawan (Badak Lampung), Antoni Putro Nugroho (Kalteng Putra), dan Efdal Prasetyo (Persitema Temanggung).

Empat pemain ini bergabung dengan Ocvian Chaniago (Persitema), Arif Satya Yudha Alkanza (Protaba Bantul), duo Sriwijaya Alexander dan Samuel Christianson, serta Saddam Emiruddin dari PSS U-20 yang lebih dulu dikontrak. Total PSS menambah delapan amunisi untuk bertarung di putaran dua Liga 1.

“Cukup puas dengan manajemen karena bisa memanfaatkan waktu di detik terakhir. Rata-rata memang rekomendasi saya. Sayang Sackie Doe lepas tapi tidak apa-apa dengan adanya tambahan saya jadi punya banyak pilihan,” kata pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, Selasa (17/9).

Proses negosiasi dengan keempat pemain yang resmi diikat kontrak satu jam sebelum jendela transfer ditutup, Senin (16/9) malam sangat alot. Pihak PT dan manajemen harus meyakinkan para pemain agar mau bergabung karena dipagari oleh pelatih di masing-masing tim. Dr Hempri Suyatna, Direktur Litbang PT PSS membeberkan bagaimana rumitnya proses transfer itu. “Sampai di detik terakhir kami harus menyakinkan mereka dan lega karena berhasil. Ini semua demi suporter yang menginginkan PSS tetap bertahan di Liga 1,” katanya.

Melihat catatan statistik keempat pemain di putaran pertama di klub masing-masing, penampilan mereka tidak spektakuler. Jefri Kurniawan hanya main 12 kali saat membela Perseru Badak Lampung, mencetak satu gol, dan mendapat enam kartu kuning. Sementara Antoni Putro Nugroho yang berposisi sebagai penyerang sayap ini juga hanya mencetak satu gol dari 12 pertandingan dan mengoleksi dua kartu kuning.

Sementara Ardan Aras memang menjadi pilihan Frans Sinatra selama ditampung di Martapura FC usai dilepas PSM Makassar. Frans pun menjadikannya kapten agar pemain berusia 35 tahun itu betah di tim yang bermarkas di Martapura Kalimantan Selatan (Kalsel) itu.

“Sampai detik akhir saya pertahankan dia tapi akhirnya tidak bisa. Saya kembalikan lagi ke pemain yang bersangkutan lagipula buat apa mempertahankan pemain yang bermain setengah hati,” keluh Frans Sinatra yang tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap pemain anyar PSS itu, Selasa (17/9).

Setelah meneken kontrak, para pemain anyar ini tampaknya harus bersabar lebih dulu sebelum debut pertama di atas lapangan. Pasalnya, mereka harus beradaptasi dengan sistem Seto dalam latihan. Kalau mereka tak bisa memikat pelatih berlisensi AFC Pro itu status Ardan Aras dan kawan-kawan bakal jadi penghangat bangku cadangan saja.

Sejumlah nama besar sudah merasakan bagaimana statistik dan masa lalu mereka tak membuat Seto gelap mata. Rudi Widodo yang tak menunjukkan perkembangan fisik ditendang. Nerius Alom yang tak bisa beradaptasi dengan sistem juga diputus kontrak setelah tak menjadi pilihan utama.

Di lain sisi pemain yang bekerja keras lalu mengalami peningkatan permainan mendapat kepercayaan penuh dari Seto, seperti Irkham Zahrul Milla, Haris Tuharea, dan Sidik Saimima. Kedatangan para pemain baru ini membuat persaingan makin tinggi. Jefri Kurniawan bakal bersaing dengan Dave Mustaine, Sidik Saimima, dan Ricky Kambuaya.

Ardan Aras harus menunjukkan punya pengalaman yang jauh lebih banyak daripada Purwaka Yudi, Ikhwan Ciptady, dan Asyraq Gufron sedangkan Antoni Putro Nugroho menjadi pesaing Milla, Rangga Muslim, Haris Tuharea, dan Arsyad Yusgiantoro.

“Sudah saya katakan sejak awal di sini (PSS) yang utama adalah bekerja keras untuk tim. Nama besar atau apapun tidak jadi pertimbangan, pokoknya dia yang bekerja keras bisa dapat tempat utama,” sambung Seto.

Setelah pemain baru rencananya PT PSS akan memperkenalkan pengganti Viola Kurniawati pekan depan. Nama sosok yang akan diperkenalkan ke publik ini masih disimpan pihak PT. Namun mereka memastikan CEO yang baru sangat paham sepakbola khususnya Sleman dan Indonesia. “Rencananya minggu depan CEO baru akan diperkenalkan ke masyarakat. Gantian, pemain dulu yang diperkenalkan,” kata Yohanes Sugianto, Humas PT PSS. (Des)

Read previous post:
Ngopi Apa Adanya di Warung Bjong

KINI nongkrong merupakan kegiatan yang tengah menjadikebiasaan bagi sebagian masyarakat. Terutama bagi kalangan mahasiswa pendatang. Bisa terlihat euphoria berkumpul bersama

Close