Tapa Pendem Mbah Supani Hingga Jumat

Makam tempat mbah Supani melaksanakan ritual tapa pendem. (Foto/Alwi Alaydrus)
Makam tempat mbah Supani melaksanakan ritual tapa pendem. (Foto/Alwi Alaydrus)

PATI (MERAPI) – Ratusan orang mendatangi desa Bendar kecamatan Juwana. Mereka ingin melihat rumah Mbah Supani (63), yang melakukan ritual “Ngluwang” (tapa pendem).

Saat berita ini diketik, tubuh mbah Supani sudah berada di dalam tanah. Dia terbujur berkain kafan, dan berbantal tiga gumpal gendu (tanah bulat), lalu diurug tanah, bagai mayat orang mati.

Begitulah keadaan saat tubuh Mbah Supani dimasukan ke dalam liang tanah, tanda dimulainya prosesi penguburan tapa pendem yang berlokasi di rumahnya, Senin (16/9) malam.

Namun pada liang tanah, dipasang sebuah peralon menjulang ke atas. Sehingga di dalam liang masih ada sirkulasi udara. Selain itu, dipasang seutas tali plastik guna mendeteksi keadaan mbah Supani.

“Tapi tidak ada suara adzan dalam prosesi penguburan. Pada posisi ujung kepala dan kaki, diberi tengara patok kayu,” ujar Suyono, seorang kerabatnya.

“Ini merupakan tapa pendem, yang kesepuluh. Pada prosesi sembilan kali lalu, pusaranya juga ditaburi bunga tujuh jenis. Serta, berjejer aneka peralatan dapur tradisional” tambah Suyono, Selasa (17/9).

Menurutnya, Mbah Supani atau biasa dipanggil dengan sebutan mbah Pani, akan melakukan ngluwang, selama lima hari ke depan. Atau pada hari Jumat mendatang, baru bongkar (selesai). Selama berada dalam tanah, keluarga akan menemani Mbah Pani, tetapi dari atas tempat ritual, sambil berpuasa dan melantunkan berbagai doa.

Sebelum melakukan Tapa Pendem, sebelumnya Mbah Pani melaksanakan puasa 40 hari. Pihak keluarga, secara bergantian menunggui Mbah Pani. Dan mengecek kondisi pada jam ganjil, dengan cara melalui tali. (Cuk)

Read previous post:
DIY Tuan Rumah APA Sports Meet 2019

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - DIY menjadi tuan rumah ajang olahraga APA Sports Meet 2019 Selasa-Jumat (17-19/9). Seribu atlet dari sembilan

Close