Warga Kricak Gelar Kirab Budaya dan Jamasan Pusaka

PADA bulan Sura ini, warga Kricak menggelar kirab budaya dan jamasan pusaka. Kegiatan diawali dengan kirab pusaka dari dari halaman Kantor Kelurahan Kricak, kemudian berjalan menuju RW 05 Kricak dengan dikawal oleh Bregodo Jayeng Ponco.

Dalam kirab tersebut ada proses penyerahan tombak Pusaka Kricak kepada lurah setempat untuk dimintakan nama kepada Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. Tombak itu kemudian diberi nama Kyai Geget Simbar Budoyo. Heroe menuturkan nama itu memiliki makna sebagai semangat yang menyatukan dalam tekad lahir dan batin untuk membangun kehidupan yang hadi luhung menuju kehidupan masyarakat kricak yang membaik dari tahun ke tahun.

“Melalui tombak pusaka diharapkan menjadi simbol kebulatan tekad dan simbol pemersatu. Kita disatukan tekad untuk memetri budaya, disatukan tekad untuk hidup dan berkehidupan yang lebih baik,” kata Heroe dalam sambutannya.

Untuk menuju itu menurutnya diperlukan budaya berpikir, bertindak dan berperilaku. Budaya berpikir dapat dijabarkan melalui bagaimana mengatasi permasalahan di lingkungan melalui pemikiran yang konstruktif dan positif agar solusi yang didapat dari setiap persoalan tidak menimbulkan persoalan berikutnya. Budaya bertindak dapat dimaknai dengan tindakan-tindakan yang bermanfaat untuk lingkungan. Sedangkan perilaku dalam bentuk suri tauladan.

Pihaknya juga mengapresiasi masyarakat Kricak yang telah nguri-uri budaya jamasan dan kirab pusaka. Namun dia berharap budaya itu juga dimaknai lebih luas. Termasuk kegiatan memetri budaya tidak hanya terhenti pada bentuk upacara atau pementasan. Tapi diharapkan berkreasi dan berinovasi dalam membangun meninggalkan budaya lokal

“Budaya jamasan hendaknya jangan dimaknai sebagai jamasan pusaka semata. Namun juga sebagai upaya untuk membersihkan diri dan lingkungan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar bersih, asri dan nyaman,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Kelurahan Budaya Kricak Joko Haryanto, menyampaikan kegiatan Kirab, Jamasan Pusaka sudah dilakukan yang keempat kalinya. Selain itu ada kegiatan pemeran tosan aji. “Dari 153 pusaka yang dijamas hanya 74 pusaka yang kami pamerkan,” imbuh Joko.

Sedangkan Lurah Kricak, M. Ikhwan Pribadi mengutarakan dengan adanya tombak pusaka Kyai Geget Simbar Budoyo sebagai simbol yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat Kricak diharapkan mampu menguatkan karakter Kricak sebagai Kelurahan Budaya. Di samping itu untuk melestarikan dan menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap warisan budaya berupa tosan aji.(Tri)

Read previous post:
Ratusan Sapi Adu Kualitas Reproduksi

LEBIH dari 100 peternak se-Kulonprogo berkumpul di Pasar Hewan Terpadu, Pengasih, Selasa (17/9). Mereka datang dengan membawa hewan ternak kesayangannya,

Close