FESTIVAL GARIS IMAGINER: Pertahankan Seni dan Budaya Yogyakarta

MERAPI-AWAN TURSENO   HY Aji Wulantoro (kanan) didampingi Savitri Nurmala Dewi memberikan keterangan terkait Festival Garis Imaginer.
MERAPI-AWAN TURSENO
HY Aji Wulantoro (kanan) didampingi Savitri Nurmala Dewi memberikan keterangan terkait Festival Garis Imaginer.

SLEMAN (MERAPI) – Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman akan menggelar kembali berbagai pentas seni dan budaya. Bertajuk Festival Garis Imaginer, acara tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari 13-15 September di Pulowatu, Purwobinangun dan Museum Gunung Merapi, Hargobinangun, Pakem.

Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, HY Aji Wulantoro menyampaikan, kebudayaan Yogyakarta bersumber dari Kraton Ngayogyokarto dan Pura Pakualaman. Begitu pula kebudayaan di Sleman merupakan bagian dari wilayah DIY.

“Sleman adalah bagian dari DIY. Sudah menjadi kewajiban kita untuk mempertahankan seni dan budaya kita sendiri,” kata Aji Wulantara kepada wartawan, Selasa (10/9).

Dijelaskan Aji, Festival Garis Imaginer tahun ini merupakan agenda tahunan. Sedangkan tahun 2019 adalah kegiatan ketiga kalinya dengan mengangkat tema Mataram Dulu, Kini dan Yang Akan Datang.

Garis Imaginer, lanjutnya, merupakan garis lurus yang menghubungkan antara Pantai Selatan-Panggung Krapyak-Kraton Yogyakarta-Tugu Pal Putih-Gunung Merapi. Sleman sebagai daerah yang dilalui Garis Imaginer berkomitmen untuk tetap mempertahankan konsep tersebut dalam rangka memperkokoh Keistimewaan Yogyakarta.

Festival Garis Imaginer ini pada hakekatnya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar garis yang sifatnya imajinasi diwujudkan dengan perilaku budaya masyarakat. Yaitu mencintai alam dan lingkungan, religiusitas serta harmonisasi pada seluruh dimensi kehidupan.

Didampingi Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Sleman, Savitri Nurmala Dewi, Aji menjelaskan, Festival Garis Imaginer akan dimulai dengan pentas seni jathilan di Lapangan Bunder, Pagelaran Wayang Siswa dan Pawai Budaya dari Lapangan Bunder menuju Pulowatu dengan jarak sekitar 2 kilometer.

Pawai tersebut akan dimeriahkan lebih dari 1.000 penari seni religi seperti badui, kubrosiswo dan trengganon. Mereka bukan hanya berasal dari Sleman tetapi diikuti kontingen luar daerah yaitu Probolinggo, Wonosobo, Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo serta Kota Yogyakarta. Disamping itu terdapat 6 sanggar seni yaitu Sanggar Tari Cinde Wulung, Sanggar Tari Kembang Sakura, Bayu Murti, Sekar Jagad dan Puri Ayodya.

Di panggung utama atau titik finish dipentaskan Tari Catur Tama Sejati yang menggambarkan penyatuan tete nilai prasaja, sembada, welas asih dan Tembayakan. Malam hari di Museum Gunung Merapi masyarakat dapat menyaksikan penampilan seni unggulan dari Kabupaten Sragen dan kethoprak.

Pada 14 dan 15 September kegiatan dipusatkan di Museum Gunung Merapi dengan menampilkan 17 kontingen jathilan dari masing-masing kecamatan se-Sleman, pasar tiban oleh 40 UMKM dan pentas seni unggulan. (Awn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-ANTARA Sulistyanto.
800 Pekerja Bantul Dikirim ke Luar Negeri

BANTUL (MERAPI) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul menyatakan sekitar 800 tenaga kerja formal asal Bantul telah

Close