10 Tambak Udang Diratakan, Ratusan Lain Menyusul

TEMON (MERAPI)- Pemkab Kulonprogo melanjutkan langkah perataan kolam tambak udang di pesisir Pantai Glagah hingga Congot, Rabu (11/9). Dalam giat ini, perataan hanya mampu menyasar 10 kolam yang sudah kosong karena keterbatasan jangkauan alat berat.
Giat perataan kolam tambak yang menggunakan satu unit alat berat ini melibatkan petugas gabungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Satpol PP serta TNI dan Polri. Ini merupakan langkah kedua yang dilakukan Pemkab setelah sebelumnya sempat meratakan 11 kolam pada Juli lalu.
“Totalnya ada 238 kolam, baru diratakan sebagian kecil. Masih ada waktu hingga akhir Oktober mendatang,” kata Kepala DKP Kulonprogo, Sudarna di sela giat.
Sudarna menyebut, sebenarnya jumlah kolam yang sudah kosong lebih dari 10. Namun sebagian dari kolam itu tidak bisa diratakan karena keterbatasan jangkauan alat berat. Lokasinya dikelilingi kolam-kolam yang masih berisi udang sehingga alat berat tidak bisa sampai ke sana. Pemkab harus bersabar menunggu sampai udang di kolam-kolam tersebut dipanen.

Adapun 10 kolam yang diratakan dalam giat kemarin, berada di wilayah Jangkaran, Sindutan dan Palihan. Selain meratakan kolam yang sudah kosong, pergerakan alat berat juga menyasar tiga kolam pembuangan.
Dalam pengamatan DKP, tidak ada benih udang yang baru ditebar. Udang termuda saat ini berusia sekitar 25 hari, bahkan sebagian lainnya seperti yang berada di sisi timur, sudah bisa dipanen pada pertengahan bulan ini. Pada batas waktu telah yang ditentukan Pemkab yakni pada akhir Oktober mendatang, seluruh kolam tambak akan diratakan.
“Apapun kondisinya, diratakan. Tapi saya optimis petambak sudah mengosongkan kolamnya sebelum itu. Saat kami temui di lapangan, petambak bisa menerima, sekarang mereka hanya memanfaatkan waktu yang ada,” imbuh Sudarna.

Setelah itu, tahapan selanjutnya yang akan dilakukan adalah penanaman pohon penahan terjangan tsunami sebagai bentuk mitigasi bencana sisi selatan YIA. Meski demikian, tahapan penanaman pohon tetap akan melihat kondisi cuaca di musim hujan mendatang.
Salah satu pekerja tambak, Rujito (32) menyampaikan, dirinya menangani sejumlah kolam, di mana sebagian sudah kosong, sementara sebagian lainnya masih berisi udang. Tambak yang berisi udang, bisa dipanen pada pertengahan bulan ini, dengan usia udang sekarang berkisar 70 hari.
“Kalau tambak yang kosong dan sekarang dibongkar, sudah panen sebulan lalu,” katanya.
Rujito membenarkan adanya udang yang masih berusia 25-30 hari. Jika nantinya harus dipanen dini pada akhir Oktober, hasilnya tidak akan maksimal karena ukuran udang belum terlalu besar. Diperkirakan, petambak yang panen dini akan menderita kerugian mencapai Rp 40 juta. (Unt)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Lomba Perkutut Piala Raja Sabtu-Minggu di Alkid

KONKURS atau lomba seni suara alam burung perkutut tingkat nasional bertajuk Piala Raja – Hamengku Buwono Cup XXX-2019 akan digelar

Close