HP Disita, Murid SMP Ancam Guru Pakai Arit

WONOSARI (MERAPI)-Gara-gara ponsel miliknya diamankan gurunya, seorang pelajar SMPN 5 Ngawen, Gunungkidul, GR (14) kalap. Dia mengancam gurunya menggunakan senjata tajam jenis arit. Usai peristiwa itu, GR akhirnya meminta maaf kepada sang guru dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.
Peristiwa yang kemudian menjadi viral di media sosial tersebut terjadi pada Kamis (5/9). Kapolsek Ngawen AKP Kasiwon ketika kepada wartawan, Rabu (11/9) membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, dari informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut bermula pada saat GR yang duduk di bangku kelas 8 sekolah tersebut sedang bermain game dengan smartphone miliknya saat jam pelajaran. Namun ulah itu kemudian diketahui oleh salah seorang guru agama yang tengah mengajar di kelas, Nazid. Lantaran aturan di sekolah memang tidak memperbolehkan siswa untuk menggunakan handphone ketika jam pelajaran, guru tersebut kemudian mengamankan handphone milik GR. Awalnya permintaan guru tersebut ditolak, tetapi kemudian diberikannya. Usai pelajaran, GR naik pitam. Dia pulang ke rumah untuk mengambil senjata tajam jenis sabit.

Dia kemudian menghubungi Nazid yang sebelumnya mengamankan smartphone miliknya. “Sebelum ke sekolah, GR lebih dahulu mengirim pesan singkat menanyakan kapan ponselnya bisa diambil,” ujar Kasiwon. Namun seiring berjalannya waktu, jelasnya, dalam percakapan itu amarah bocah berperawakan tinggi kurus dengan kulit hitam itu kembali memuncak. Ia pun menulis nada ancaman yang berbunyi jika Nazid tidak memberikan handphone tersebut, maka ia akan mengobrak-abrik sekolahan tersebut.
Menurut Kasiwon, keesokan harinya atau Jumat (6/9), dirinya masuk sekolah seperti biasa. Namun ketika tengah pelajaran tiba, emosinya semakin memuncak lantaran smartphone belum dikembalikan. Ia kembali pulang untuk mengambil sabit.

saat itu juga, dia kembali ke sekolah sambil membawa sabit tersebut.
Tindakan yang dilakukan GR tersebut membuat guru sekolah itu ketakutan. Apalagi dia mengacung-acungkannya ke arah ruang guru. Pihak guru yang sebelumnya mengamankan handphone tersebut kemudian mengembalikan handphone milik GR dengan cara dilempar. Usai mendapatkan smartphone itu, pelaku pun pulang.
Menurut AKP Kasiwon, usai kejadian ini GR dengan diantar wali murid langsung meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. “GR langsung dilakukan pembinaan dan tetap berstatus sebagai siswa sekolah tersebut,” terangnya. (Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Selfieria dengan Warna-warni Kitiran

SEIRING kemajuan teknologi smartphone, minat berswafoto atau selfieria kian meningkat. Tempat penyedia selfiria pun semakin mudah ditemukan dengan kekhasan masing-masing.

Close