KEPALA DINAS PUPKP DIPANGGIL KPK-Walikota Yogya Hormati Proses Hukum

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait dugaan suap jaksa yang mengawal proyek saluran drainase di Jalan Soepomo Cs. Menanggapi hal tersebut Pemkot Yogyakarta menghormati proses hukum yang dilakukan KPK.

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti membenarkan adaya pemanggilan Kepala Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono oleh KPK untuk klarifikasi. Yang bersangkutan lalu meminta izin kepada walikota atas pemanggilan untuk klarifikasi oleh KPK. Pihaknya pun mempersilahkan.

“Ya klarifikasi beritanya (informasi) ke saya. Dia kemarin (Selasa) minta izin ke kami, ada email dari KPK. Ya monggo saja, silakan untuk bisa menyelesaikan proses ini,” kata Haryadi, Rabu (11/9).

Dia menuturkan pihaknya menghormati proses hukum yang dilakukan KPK terhadap kasus dugaan suap dua jaksa dan rekanan yang menangani proyek saluran drainase Jalan Soepomo. Termasuk pemanggilan Kepala Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono. Sebelumnya KPK juga sempat mengamankan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPKP Aki Lukman Nur Hakim dan Pokja Badan Layanan Pengadaan (BLP) Kota Yogyakarta Baskoro Ariwibowo dengan status sebagai saksi. Keduanya kini telah pulang ke Yogyakarta.

“Kami hormati proses hukum yang dilakukan KPK,” ujarnya.

Terkait nasib proyek saluran drainase Jalan Soepomo Cs yang kini mandeg, dia menyatakan sudah meminta Dinas PUPKP dan inspektorat untuk melakukan konsultasi dengan KPK. Pihaknya berharap proyek saluran drainase tersebut bisa dilanjutkan agar masyarakat tidak dirugikan.

Dari pantauan kemarin, proyek saluran drainase Soepomo CS yang pengerjanya dimulai dari Jalan Babaran sisi barat masih dibiarkan mangkrak sejak Rabu (21/8). Beberapa lubang galian saluran drainase hanya dibatasi tali seadanya. Namun jalan sudah dibuka meskipun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Pesta Miras Tewaskan 4 Warga Solo

SOLO (MERAPI)-Empat orang tewas usai pesta minuman keras (miras) di pinggir Sungai Bengawan Solo wilayah Kelurahan Kampung Sewu, Kecamatan, Jebres,

Close