DITUDUH CULIK DAN BUNUH JOAO BOSCO BAPTISTA- Tiga Mahasiswa Timor Leste Lapor Polisi


Mohamad Novweni (kiri) didampingi Enrogel (2 dari kiri) bersama 3 mahasiswa Timor Leste saat memberiketerangan pers usai laporan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Mohamad Novweni (kiri) didampingi Enrogel (2 dari kiri) bersama 3 mahasiswa Timor Leste saat memberiketerangan pers usai laporan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

YOGYA (MERAPI) -Tiga mahasiswa asal Timor Leste yakni Isto, Osvaldo dan Nixson melaporkan kasus berita bohong (hoax) di media sosial facebook ke Polda DIY. Ketiganya dikabarkan telah melakukan penculikan dan pembunuhan yang menimpa Joao Bosco Baptista.

Ketua Tim Penanganan LKBH Pandawa, Enrogel Herson Bawo SH mengungkapkan, dari berita hoax tersebut ketiganya merasa terintimidasi selama dua bulan ini. Bahkan berbagai ancaman sempat menimpa para korban yang masuk lewat ponsel pribadinya.

“Kami mendesak agar Polda DIY segera menindaklanjuti kasus penyebaran hoax yang telah meresahkan para pelapor dan segera menangkap pelaku untuk diproses hukum,” ujar Enrogel bersama Pembina LKBH Pandawa, Mohamad Novweni SH kepada wartawan dalam keterangan pers di Kantor LKBH Pandawa Yogya, Selasa (10/9) petang.

Disebutkan, akibat berita hoax yang beredar luas membuat mental dan psikis terganggu. Bahkan sekitar kurang lebih dua bulan ini ketiganya tidak masuk kuliah karena takut dengan ancaman maupun intimidasi dari teman korban Joao Bosco. Bahkan ada beberapa pihak yang mengancam akan melakukan pembunuhan terhadap ketiganya.

Dalam laporan di Direskrimsus Polda DIY tersebut ketiganya melaporkan dua akun facebook yakni Da Cruz Magelhaes dan Van Lef. Diketahui, kedua akun tersebut telah memposting berita bohong pada 5 Juli 2019 dan memasang foto ketiganya sebagai pelaku penculikan dan pembunuhan. Untuk itu pemilik akun dilaporkan dengan sangkaan membuat, mendistribusikan berita bohong, penghinaan dan pencemaran nama baik sebagaimana pasal 27 ayat 3 UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Seperti diketahui sebelumnya, pada 2 Juli terjadi penculikan terhadap Joao Bosco Baptista yang tinggal di kontrakan di Blok O Banguntapan Bantul. Setelah itu selang sehari kemudian sekitar pukul 13.00 Polda DIY mendapat laporan orang hilang atas nama Joao Bosco Baptista. Kemudian pada 4 Juli sekitar pukul 15.00 ada kabar bila Joao Bosco telah diculik.

Selanjutnya pada 5 Juli, tersebar luas 3 foto di facebook pelaku penculikan dan pembunuhan yakni Isto, Osvaldo dan Nixson. Selang 7 hari atau pada 12 Juli Joao Bosco ditemukan di jurang Cemorosewu Magetan Jatim dalam keadaan tidak bernyawa. Dengan adanya kabar hoax tersebut telah menimbulkan opini negatif terhadap Isto, Nixson dan Osvaldo sebagai pelaku penculikan dan pembunuhan Joao Bosco Baptista.

Sementara Pembina LKBH Pandawa, Mohamad Novweni SH menyatakan setelah ditunjuk ketiga mahasiswa tersebut pihaknya akan mengawal kasus berita hoax ini sampai tuntas dan nama baik pulih seperti sedia kala. Hal itu dinilai sebagai pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik terhadap ketiga mahasiswa asal Timor Leste tersebut.

Bahkan LBKH Pandawa akan berusaha semaksimal mungkin memulihkan nama baik. Untuk menyelesaikan kasus tersebut pihaknya akan berkomunikasi dengan pihak kampus dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). “Cara ini kami lakukan karena klien kami difitnah dan diintimidasi padahal itu semua adalah fitnah. Kami berharap Polda DIY bisa mengungkap nama akun facebook Da Cruz Magelhaes dan Van Lef sebagai sumber penyeberan berita hoax dan segera diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Novweni. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
BUAT PERJANJIAN TANPA IZIN DIREKSI- PT APP Laporkan Mantan Karyawannya

YOGYA (MERAPI) - Pengembang Apartemen Taman Melati Yogyakarta, PT Adhi Persada Properti (PT APP) melaporkan mantan karyawan, AP selaku Marketing

Close