BUAT PERJANJIAN TANPA IZIN DIREKSI- PT APP Laporkan Mantan Karyawannya


Manager Litigasi PT APP, Irwan Apriyansyah (kiri) didampingi Project Manager Damar Yanda saat memberi keterangan pers. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Manager Litigasi PT APP, Irwan Apriyansyah (kiri) didampingi Project Manager Damar Yanda saat memberi keterangan pers. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

YOGYA (MERAPI) – Pengembang Apartemen Taman Melati Yogyakarta, PT Adhi Persada Properti (PT APP) melaporkan mantan karyawan, AP selaku Marketing Manager ke Polda DIY. Laporan dilakukan setelah PT APP merasa sebagai korban atas perbuatan AP yang telah membuat perjanjian kerja sama ilegal dengan pihak lain.
Sebelum dilaporkan PT APP, pihak AP sebelumnya juga dilaporkan Tito Sudarmanto ke polisi karena diduga telah melakukan penipuan senilai Rp 2,7 miliar. Dari laporan sebelumnya AP telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda DIY.

“Kami dari korporasi telah melaporkan perbuatan AP pada 30 Agustus dengan sangkaan melanggar pasal 266 KUHP yakni dugaan menggunakan keterangan palsu dakam akta otentik,” ujar Manajer Litigasi PT APP, Irwan Apriyansyah didampingi Project Manager Damar Yanda dalam keterangan pers di Apartemen Taman Melati Yogya, Selasa (10/9) sore.

Disebutkan, selain melaporkan AP ke Polda, pihaknya juga mengadukan seorang notaris asal Bantul yang membuat akta ke Majelis Pengawas Daerah (MPD) Bantul. Oknum notaris dinilai telah lalai dalam menerbitkan akta kerja sama yang tidak berdasarkan surat kuasa dari direksi sehingga dinilai ilegal.

Karena perjanjian kerja sama investasi antara AP dengan Tito Sudarmanto ilegal dan tidak sah maka tidak bisa dikaitkan dengan PT APP. Karena perjanjian yang dibuat harus sepengetahuan dan seizin pihak direksi. Selama ini PT APP belum pernah melakukan perjanjian kerja sama investasi tetapi hanya perjanjian jual beli biasa.

Sebagai seorang Marketing Manajer, AP hanya memiliki tugas memasarkan unit apartemen Taman Melati bukan melakukan perjanjian jual beli. Perjanjian jual beli atau kerja sama lain biasa dilakukan direksi atau kuasa direksi. Sehingga PT APP kaget mengetahui ada perjanjian kerja sama investasi yang dilakukan AP dengan konsumen.

Sementara Damar Yanda menambahkan, setelah adanya kasus tersebut pihak PT APP pernah memanggil konsumen tersebut untuk melakukan mediasi. Dari pertemuan pihak konsumen meminta perjanjian dilanjutkan. Tetapi setelah kami menawarkan perjanjian seperti jual beli biasa, pihak konsumen tidak sepakat sehingga gagal.

Di sisi lain terlapor AP yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam laporan pertama belum bisa dimintai keterangan. Diketahui sampai saat ini yang bersangkutan masih berada di luar kota. Tetapi tak lama lagi akan kembali dipanggil penyidik untuk pemeriksaan selanjutnya. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
PELAKU USAHA GLAGAH PASANG BANNER TANDINGAN-Protes Penataan karena Tak Diajak Rebugan

TEMON (MERAPI) - Para pelaku usaha di kawasan Pantai Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo memasang puluhan banner di sepanjang jalan objek

Close