Membangun Manusia Seutuhnya

PAKUALAMAN (HARIAN MERAPI) – Pembangunan manusia seutuhnya bukan terminologi baru dalam dinamika politik Indonsia kontemporer. Di era Orde Baru istilah pembangunan manusia seutuhnya sudah sedemikian populer dan senantiasa tercantum dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Demikian diungkapkan sosiolog Universitas Negeri Yogakarta (UNY) Dr Sugeng Bayu Wahyono dalam dialog budaya yang dihelat Kadipaten Pakualaman dengan tema Pembangunan Manusia Seutuhnya dalam Perspektif Sosio-Kultural di Ndalem Kepatihan Pakualaman, Jum’at (6/9) malam.

Lebih lanjut menurut dosen sosiologi Fakultas Pendidikan UNY dan dosen Program Studi Kajian Budaya dan Media Sekolah Pasca Sarjana UGM ini, sebagai konsep, pembangunan manusia setuhnya merupakan respons ketidakpuasan terhadap konsep pembangunan yang selalu berorientasi pada pertumbuhan yang menjadikan manusia sebagai faktor produksi untuk mendorong masyarakat modern yang industrial.

“Jadi pembagunan hanya mengejar dan mementingkan pertumbuhan ekonomi yang erat dengan proses moderenisasi dengan mengesampingkan struktur budaya serta nilai-nilai esensi kemanusiaan tidak tersentuh,” tutur Bayu begitu sapaan sosiolog asal Pacitan ini.

Pembangunan yang bertumpu pada modernisasi menurut Bayu, sering membawa risiko terhadap persoalan sosial yang amat serius. Sebagaimana yang dalami negara-negara maju, yaitu terjadinya anomi merupakan ongkos yang harus dibayar dari sebuah proses modernisasi. Industri berjalan terus, pembangunan ekonomi berjalan terus meskipun norma-norma sosial dan moral berguguran atau pun tersingkirkan.

Sementara itu Budayawan Pura Pakualaman KPH Kusumoparastho mengungkapkan, pembangunan yang sedang berjalan saat ini justru menjauhkan peran manusia sebagai subjek. Sehingga pembangunan yang dilakukan justru mengejar tingkat pertumbuhan banguan fisik tanpa melihat sisi kemanusiaannya. (C-3)

Read previous post:
Manggleng Ketela dalam Beragam Rasa

BERULANG kali gagal merintis bisnis, tak lantas membuat Ibrahim Mahfud pesimis. Sebaliknya, putra daerah Gunungkidul ini justru semakin mantap dan

Close