UJI COBA SEMI PEDESTRIAN MALIOBORO-Estetika Atraksi Wisata Ditata Ulang

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Uji coba semi pedestrian Malioboro sudah tiga kali digelar, dan evaluasi terus dilakukan. Terdapat beberapa hal yang perlu ditata ulang.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan, Malioboro sudah menjadi daya tarik wisata. Pergerakan dan animo masyarakat yang besar membuat Malioboro perlu ditata lagi.

“Sebelumnya hanya menerima pendaftaran dan melakukan penataan titik atraksi dari segi estetika saja, kini akan dibuat persyaratan, akan dibuat SOP (prosedur standar operasional),” jelasnya kepada Merapi di Kepatihan, Jumat (6/9).

Menurut Singgih, muncul beberapa syarat dan ketentuan seperti tidak boleh menutupi guiding block, clear area di sekitar halte bus agar tidak menganggu penumpang, dan tidak direkomendasikan penggunaan panggung.

Berkaitan dengan kebersihan, Singgih mengajak agar masyarakat dan wisatawan memiliki budaya bersih, menjadi agen budaya. “Saling sapa aruh, jika ada yang buang sampah sembarangan ditegur baik-baik agar tidak tersinggung, karena tanggungjawab bersama,” jelasnya.

Pada Selasa Wage 2 Oktober mendatang, bertepatan dengan Hari Batik, akan dijadikan momentum dengan tema batik. “Sambil jalan mungkin akan bertema, karena sudah menjadi daya tarik wisata,” imbuh Singgih. (C-4)

Read previous post:
Semarak Muharam di PP Kaliopak

SEMARAK memperingati Tahun Baru Islam ( Muharam 1441 H), Pondok Pesantren (PP) Kaliopak menggelar beberapa rangkaian kegiatan bertajuk Bangkitnya Sura

Close