Paman Cabuli Ponakan di Pinggir Sungai

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi saat menunjukan pelaku IS dan barang bukti pencabulan. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi saat menunjukan pelaku IS dan barang bukti pencabulan. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Pria pengangguran IS (33) warga Kecamatan Grogol melakukan perbuatan cabul terhadap korban ST (14) yang merupakan keponakannya sendiri di pinggir sungai sekitar Dam Lawu, Desa Telukan, Kecamatan Grogol. Pelaku sempat merekam dan menyebar video cabul ke media sosial hingga diketahui orang tua korban. Kasus tersebut sudah ditangani Polres Sukoharjo dan menangkap pelaku.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Gede Yoga Sanjaya, Kamis (5/9) mengatakan, kronologis kejadian pada Mei lalu sekitar pukul 12.30 WIB korban ST pulang sekolah dan dijemput pamannya IS menggunakan sepeda motor. Saat menjemput tersebut pelaku dibawah pengaruh minuman keras. Pelaku dalam perjalanan pulang saat menjemput korban membawa ST ke pinggir sungai sekitar Dam Lawu, Telukan, Grogol.

IS kemudian memaksa ST untuk melakukan persetubuhan dan sempat merekam perbuatannya menggunakan handphone miliknya. Setelah kejadian korban diantar pulang dan ketakutan karena diancam pelaku. Korban juga tidak berani melaporkan perbuatan pelaku ke orang tua.

Usai kejadian hingga awal Agustus korban terus dijemput pelaku usai pulang sekolah. Perbuatan pelaku akhirnya diketahui orang tua korban pada 13 Agustus setelah melihat rekaman video persetubuhan IS dengan ST tersebar di media sosial. Keluarga ST kemudian melaporkan perbuatan IS ke Polres Sukoharjo. Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap IS pada 29 Agustus dan langsung diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam kejadian tersebut. Diantaranya seperti satu potong baju seragam SMP milik korban, satu potong rok panjang seragam sekolah milik korban, satu buah sabuk warna hitam milik korban, satu buah handphone milik pelaku.

“Hubungan pelaku dengan korban ini merupakan paman dan keponakan. Orang tua korban sering meminta pada pelaku untuk menjemput korban pulang sekolah setiap hari,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan diketahui pelaku mengakui perbuatannya mencabuli korban. Pelaku saat mencabuli korban dalam pengaruh minuman keras. Pelaku juga sering membuka atau mengakses konten pornografi di handphonenya.

Pelaku IS dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 dan atau Pasal 82 ayat 1 UURI nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang dan atau Pasal 29 UURI nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar. “Pelaku dijerat pasal berlapis UU Perlindungan Anak dan UU Pornografi,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Lahan Kopi dan Sengon Terbakar

TEMANGGUNG (MERAPI) - Api membakar perkebunan kopi dan sengon di Dusun Gandulan Desa Gandulan Kecanatan Kaloran Temanggung. Badan Penanggulangan Bencana

Close