Jual Mie Berformalin Divonis 10 Bulan Penjara

BANTUL (MERAPI) – Terdakwa Jarkoni (50) seorang penyalur mie basah warna kuning di Pasar Niten Bantul akhirnya divonis 10 bulan penjara dalam sidang terbuka di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (5/9). Vonis yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan jaksa Heri Supriyanto SH yang awalnya menuntut 15 bulan penjara.
Dalam amar putusan majelis hakim terungkap, terdakwa pada Selasa 19 Maret 2019 sekitar pukul 05.45 ditangkap petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) DIY di area parkir Pasar Niten Jalan Bantul Km 5,5 Tirtonirmolo Kasihan Bantul.
Saat itu petugas mendapati terdakwa yang berada di mobil Suzuki ST 150 pikup warna hitam AA 1741 PT di area parkir Pasar Niten memperdagangkan mie basah warna kuning.

Selanjutnya mie basah yang dijual terdakwa tersebut dilakukan pemeriksaan dan uji formalin test kit. Dari hasil tes terhadap mie basah yang diperdagangkan terdakwa ternyata mengandung formalin.
Dari keterangan terdakwa, mie basah warna kuning yang dibawa sebagian sudah diedarkan ke pedagang di Pasar Niten. Untuk itu petugas mengamankan mie basah yang ada di pedagang di Pasar Niten yang berasal dari terdakwa.
Keseluruhan mie basah warna kuning baik yang ada di mobil pikup terdakwa maupun yang ada di pedagang Pasar Niten yang berasal dari terdakwa berhasil dikumpulkan petugas sebanyak 29,5 kg. Selain itu petugas juga mengamankan nota harian penjualan sebanyak 6 buku serta 1 buku rekap hasil penjualan harian mie basah milik terdakwa.

Setelah itu semua bukti tersebut dibawa ke kantor Balai Besar POM DIY. Dari jumlah 29,5 kg mie basah warna kuning yang diamankan petugas Balai Besar POM DIY, diketahui sebanyak 500 gram disisihkan untuk keperluan uji laboratorium. Perbuatan terdakwa dinyatakan bersalah telah melanggar pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 3 UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (C-5)

Read previous post:
GELIAT USAHA KUE RUMAHAN-Kualitas Cita Rasa Jadi Kunci

TERLAHIR dari keluarga produsen kue, Noor Illiyin akhirnya mantap menekuni bisnis yang sama sejak tiga tahun silam. Bisnis yang akhirnya

Close