Kelabui Pengusaha, Penipu Palsukan Bukti Transfer Rp 107 Juta

DEPOK (MERAPI)- Pemilik sebuah toko elektronik, Ho Min Lok (65) warga Kasihan, Bantul merugi hingga ratusan juta rupiah setelah ditipu kawanan penipu asal Jawa Barat. Para pelaku memalsukan bukti transfer senilai Rp 107 juta kemudian memesan kabel hingga 100 rol. Dua dari tiga pelaku akhirnya dibekuk aparat Polda DIY.
Dua pelaku yang ditangkap yakni BN (21) warga Bandung Jawa Barat dan ES (54) warga Bojong Jawa Barat. Sementara pelaku YN (60) yang merupakan otak komplotan ini masih dalam pengejaran.
“Kita amankan kedua pelaku di daerah Jawa Barat setelah mendapat laporan dari korban. Petugas juga masih mengejar YN yang menjadi otak penipuan ini,” ujar Dirreskrimsus Polda DIY Kombes Pol Toni Surya Putra kepada wartawan, Kamis (5/9).

Dijelaskan Toni, peristiwa itu bermula saat korban dihubungi oleh pelaku yang mengaku bernama Aming dari CV Karya Kartika asal Bandung pada Juli lalu. Dalam komunikasi itu, pelaku memesan kabel listik 50 gulung bertipe NYM ukuran 3×5,5 mm dan 50 gulung tipe NYM ukuran 2×2,5 mm. Masing-masing panjangnya 100 meter.
Guna menyakinkan korban, pelaku meminta pada korban membuat surat penawaran untuk dikirimkan ke pelaku melalui email. Pelaku juga meminta pada korban untuk segera mengirimkan barang melalui ekspedisi kereta api tujuan Stasiun di Bandung.
“Permintaan pelaku disanggupi korban dengan mengirimkan penawaran itu melalui email. Pelaku juga membalas email itu dengan mengirim surat pesanan,” jelasnya.

Setelah terjadi kesepakatan harga, korban lantas mengirimkan surat tagihan dan ongkos pengiriman barang yang dipesan. Surat itu dibalas pelaku dengan mengirimkan bukti slip pembayaran Rp 107.950.000. Namun ternyata bukti transfer itu palsu. Korban pun percaya tanpa melihat rekeningnya apakah bertambah atau tidak.
Pelaku lantas berkali-kali menelpon korban agar segera mengirimkan barang yang telah dipesan melalui jasa ekspedisi. Guna menyakinkan korban, pelaku berdalih bahwa kabel tersebut akan segera digunakan untuk sebuah proyek.
Korban baru sadar ditipu setelah selang beberapa hari dia mengecek rekening. Saat itu tak ada tambahan uang Rp 107 juta. “Korban kemudian ke bank. Pihak bank memastikan bukti transferan itu ternyata palsu,” beber Toni.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polda DIY. Berbekal riwayat email pelaku kepada korban, polisi pun menelusuri dan akhirnya mengidentifikasi kedua pelaku. “Dua pelaku kemudian kita amankan di Jawa Barat, sementara otak komplotan ini kabur,” ujar Toni.
Dijelaskan, dari hasil penyidikan, pelaku mempunyai peran masing-masing saat beraksi. Yakni YN otak penipuan, sedang BN dan ES membuat slip bukti transfer palsu.
Kepada petugas pelaku mengaku mendapat bagian sebesar Rp 8 juta. Dari penangkapan itu polisi menyita barang bukti 9 roll kabel yang belum terjual, dan 2 roll kabel yang sudah terjual.
“Pelaku menjual kabel itu dengan harga yang sangat murah. Beruntung kita masih bisa mengamankan yang sudah terjualan maupun yang belum. Pembelinya pelaku juga tidak tahu, karena dijual eceran,” katanya.

Dia menambahkan, pelaku dijerat Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat(1) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2018 tentang menyebarkan berita bohong dan mengakibatkan kerugian dalam transaksi elektronik dengan kurungan penjara 6 tahun.
Selain itu pelaku juga dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun kurungan penjara. (Shn)

Read previous post:
2020 Pupuk Subsidi Dikurangi, Kementan Cari Solusi

JAKARTA (HARIAN MERAPI)- Kementerian Pertanian (Kementan) mengupayakan solusi pada saat volume pupuk subsidi terus berkurang. Jika selama ini pupuk subsidi

Close