BULAN DANA PMI BELUM SENTUH TARGET-Bantuan Pengusaha Diharap Jadi Contoh

HINGGA awal September ini dana yang terkumpul dari kegiatan Bulan Dana Palang Merah Indonesai (PMI) tahun 2019 Kota Yogyakarta masih jauh dari target potensi. Diharapkan semua masyarakat dapat memberikan dukungan. Terutama kalangan pengusaha. Sebagian pengusaha di Kota Yogyakarta yang rutin membantu diharapkan bisa menggerakkan kepedulian pengusaha lainnya.

Ketua PMI Kota Yogyakarta A. Lilik Kurniawan menyebut hingga awal bulan September perolehan bulan dana PMI baru mencapai Rp 73 juta. Diakuinya jumlah tersebut masih jauh dari target potensi yang ditetapkan yakni sekitar Rp 1,2 miliar.

“Bulan Dana PMI Kota Yogyakarta tahun 2019 ini berjalan dengan baik. Tapi memang di awal September ini masih jauh,” kata Lilik, Kamis (5/9).

Pihaknya optimis Bulan Dana PMI Kota Yogyakarta dapat menggali potensi dari masyarakat dengan lebih maksimal. Mengingat dana operasional yang dibutuhkan untukmembiayai kegiatan PMI Kota Yogyakarta setiap tahun sekitar Rp 1,2 miliar. Jika ini tidak tercapai maka operasional kegiatan PMI Kota Yogyakarta akan terganggu. Oleh sebab itu diharapkan dukungan masyarakat terhadap Bulan Dana PMI Kota Yogyakarta seperti para pengusaha.

Dia menyatakan selama ini sudah ada beberapa pengusaha di Kota Yogyakarta yang selalu mendukung kegiatan Bulan Dana PMI Kota Yogyakarta di antaranya Bakpia Pathok 25, Toko Roti Murni, Toko Gardena dan Malioboro Mall. Diharapkan dukungan para pengusaha itu bisa mendorong pengusaha lainnya.

“Dengan dukungan dari para pengusaha di Kota Yogyakarta ini, kami berharap dapat menjadi penggerak pengusaha-pengusaha yang lain untuk membantu mensukseskan kegiatan Bulan Dana PMI Kota Yogya tahun 2019 ini,” paparnya.

Bulan Dana PMI 2019 Kota Yogyakarta semula dilaksanakan mulai 1 Juli hingga 30 September. Namun akhirnya diperpanjang hingga Oktober 2019 agar pengumpulan dana bisa optimal. Dia mengatakan untuk operasional PMI dalam setahun setidaknya membutuhkan minimal Rp 1 miliar. Tapi dia menilai tahun ini setidaknya bisa menggali dana sekitar Rp 600 juta.

Sedangkan realisasi Bulan Dana PMI tahun 2018 sekitar Rp 376 juta. Dia menuturkan untuk mengatasi kekurangan dana itu, akan melakukan berbagai usaha. Namun dia menegaskan PMI adalah organisasi kemanusiaan dan tidak berorientasi pada laba. Biaya operasional untuk darah disesuaikan kebutuhan. Setiap bulan PMI Kota Yogyakarta mendistribusikan sekitar 4.000 kantong darah.

Sebelumnya Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyampaikan perlu adanya dibuatkan kupon khusus Bulan Dana PMI bagi pengusaha. Kupon khusus itu memiliki nilai besar yakni Rp 1 juta dan Rp 10 juta. Dia juga mengimbau semua kecamatan di Kota Yogyakarta dapat mengumpulkan masing-masing Rp 10 juta.

“Kalau ada kupon khusus Bulan Dana PMI yang nilainya lebih besar bagi para pengusaha. Kami harap pengusaha juga terlibat, jangan hanya cari uang di Yogya,” tegas Haryadi. (Tri)

.

Read previous post:
SMPN 1 Sleman Nominator Terbaik Evaluasi Sekolah Adiwiyata 2019

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – SMPN 1 Sleman mendapatkan nominasi terbaik sebagai sekolah Adiwiyata setelah masuk dalam evaluasi yang diselenggarakan Dinas

Close