Puluhan Penerima PKH Sukarela Mengundurkan Diri

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Puluhan keluarga penerima program bantuan sosial keluarga miskin Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Yogyakarta mengundurkan diri secara sukarela. Keluarga sasaran penerima manfaat PKH itu mengundurkan diri karena secara ekonomi sudah mampu.

“Mereka yang mengundurkan diri secara sukarela ini yang justru sangat luar biasa. Menggambarkan kejujuran mereka sudah mampu mentas. Ini bagus,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Yogyakarta Agus Sudrajat, Rabu (4/9).

Berdasarkan data Dinsos Kota Yogyakarta pada tahun 2019 ini ada 98 keluarga penerima PKH yang mengundurkan diri secara sukarela atau mandiri. Selain itu ada 165 keluarga penerima PKH yang harus mundur dari karena tidak memenuhi komponen atau alami dan 331 keluarga karena verifikasi ulang. Kini jumlah penerima PKH di Kota Yogyakarta hasil verifikasi tahap IV tahun 2019 sebanyak 11.455 keluarga.

Menurutnya dengan adanya penerima PKH yang mengundurkan diri itu dapat memotivasi keluarga lainnya. Pihaknya mengklaim pengunduran diri keluarga penerima PKH karena sudah mampu itu salah satunya lantaran dorongan dari program Gandeng Gendong yang digulirkan Pemkot Yogyakarta.

“Ini memotivasi yang lain, bahwa sebetulnya merekat tidak minta dibantu terus. Mereka sudah merasa mentas,” ujarnya.

Dia menjelaskan penerima PKH yang mengundurkan diri itu selanjutnya dievaluasi dan dilakukan pengecekan di lapangan. Nantinya jatah PKH yang mengundurkan diri itu akan digunakan untuk penerima baru jika ada usulan. Namun penerima baru yang diusulkan harus memenuhi kriteria penerima PKH.

“Jadi kuota PKH Yogya tetap supaya nanti jika ada usulan baru di wilayah yang memenuhi kriteria bisa diusulkan dipakai. Tapi usulan baru penerima PKH itu ditetapkan pemerintah pusat pada tahun berikutnya,” jelas Agus.

Selain PKH, Dinsos Kota Yogyakarta juga mencatat ada 1 keluarga sasaran program Keluarga Menuju Sejahtera (KMS) di Kelurahan Kricak yang mengundurkan diri. Keluarga sasaran KMS yang mengundurkan diri itu menjadi acuan untuk penetapan calon penerima KMS tahun 2020 hasil pendataan tahun 2019. Nantinya satu keluarga itu akan dikeluarkan dari data calon penerima KMS tahun 2020.

Dinsos Kota Yogyakarta kini masih memproses pendataan Keluaga Sasaran Penerima Jaminan Sosial (KSJPS) atau KMS. Dia menyatakan untuk KMS sebentar lagi akan dilakukan uji publik kedua untuk menguji apakah ada keluhan masyarakat.

“Kalau ada keluhan akan kami terjunkan ke lapangan untuk klarifikasi ke pengusul RT/RW, keluarga sasaran dan tetangga. Kami tapis tujuan agar meminimalkan salah sasaran,” tandasnya. (Tri)

Read previous post:
Kementan Perketat Pengawasan Peredaran Pupuk Bersubsidi

JAKARTA (HARIAN MERAPI) - Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan peredaran pupuk bersubsidi. Kementan juga meminta dukungan semua pihak, terutama aparat,

Close