Penambang Pasir Tewas Tertindih Batu Besar

PAKEM (MERAPI)- Seorang penambang pasir di Kali Boyong Candibinangun, Pakem, Sleman, Jumarno (70) asal Ngadisepi, Kalipahing, Temangung Jateng ditemukan tewas tertimbun longsor, Minggu (1/9). Saat ditemukan, tubuh korban tertindih batu berukuran sangat besar. Kuat dugaan, tebing setinggi 4 meter itu longsor saat ditambang korban.
Kapolsek Pakem Kompol Haryanta melalui Kanit Reskrim AKP Nasrudin kepada wartawan kemarin mengatakan, tewasnya korban pertama kali diketahui oleh rekan sesama penambang pasir, Samidi (60). Awalnya kemarin siang sekitar pukul 10.00 WIB, usai melakukan gotong royong di kampungnya, saksi Samidi pergi ke Kali Boyong untuk menambang pasir.

Saat sampai di lokasi kejadian, saksi melihat ada tebing yang longsor setinggi 4 meter. Dia ingat korban Junmarno tengah menambang di area itu. Dia kemudian mencari Jumarno. Saat itu dilihatnya Jumarno dalam keadaan tidak bisa bergerak karena terjepit batu berukuran besar. Melihat kondisi tersebut, saksi berusaha berteriak meminta tolong.
“Saksi berusaha menolongnya. Tapi upaya itu tidak membuahkan hasil karena batu yang menindih korban sangat besar,” kata Nasrudin.
Seketika itu juga Samidi bersama rekan-rekannya sesama penambang berusaha memberikan pertolongan. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pakem. Mendapat laporan itu, petugas Polsek Pakem beserta Tim BPBD, SAR DIY dan Basarnas mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban.
Menurut Nasrudin, polisi dan petugas mengalami kesulitan mengevakuasi korban lantaran batu yang menindihnya sangat besar. Petugas gabungan harus memecah batu itu kemudian mengangkat badan korban.

“Korban baru berhasil dievakuasi dari batu yang menindihnya sekitar pukul 12.30 WIB. Korban sudah meninggal saat kami evakuasi. Jenazahnya langsung kami serahkan ke pihak keluarga,” katanya. Disebutkan, diduga tebing setinggi 4 meter itu longsor saat ditambang korban. Kebetulan saat kejadian, korban sendirian menambang pasir sehingga tak ada yang tahu kejadian itu.
Polisi kemudian memberi garis polisi di tebing yang longsor. Para penambang pun diimbau hati-hati dan sementara tak beraktivitas.
“Kasus kecelakaan kerja yang melibatkan penambang pasir di lereng Merapi sudah berulang kali terjadi. Untuk itu penambang harus waspada dan berhati-hati saat bekerja,” imbaunya. (Shn)

Read previous post:
Format Baru Pentas Paket Wisata Bangsal Srimanganti

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Upaya meningkatkan nilai adiluhung, Kawedanan Hageng Kridhomardowo, divisi kesenian dan pertunjukan dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang

Close